2 Unit Mesin Genset di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Barat Hilang

- Redaksi

Selasa, 12 November 2024 - 15:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INFOLABUANBAJO.ID — Dua unit Mesin Genset yang disinyalir pengadaan tahun 2018 dari pemerintah pusat yang selama ini disimpan di kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Barat diduga hilang dari tempat penyimpanan.

Hilangnya 2 unit mesin genset tersebut bertepatan dengan adanya pembagian mesin genset di Golo Sepang, Kecamatan Boleng dan di Wae Racang, Kecamatan Sano Nggoang, Manggarai Barat beberapa waktu lalu.

“Jadi begini, yang kami tahu bahwa genset ini sudah ada sejak tahun 2018 pengadaan langsung dari pusat. Sekitar satu Minggu yang lalu kita lihat gensetnya sudah tidak ada di tempat penyimpanan. Saat itu kami berpikir bahwa genset tersebut kemungkinan dibawah ke TPA Warloka. Selang beberapa hari kemudian munculah berita dari beberapa media, setelah baca berita ini akhirnya kami menaruh curiga bahwa hilangnya genset di kantor ini bisa diduga ada kaitannya dengan pembagian genset di Kecamatan Boleng dan Kecamatan Sano Nggoang,” ungkap sumber terpercaya media ini yang tidak mau disebutkan identitasnya, Senin, (11/11/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sumber ini mengungkapkan bahwa sejak muncul pemberitaan di beberapa media, mulai ramai sudah cerita di kantor Dinas Lingkungan Hidup.

“Yang anehnya koq mesin yang dibawah ke Kecamatan Boleng itu untuk apa? Lalu mana proposalnya?. Lalu ada yang bilang juga bahwa proposalnya ada dan tujuan suratnya untuk Bupati Manggarai Barat sementara Bupati sudah cuti,” katanya.

Baca Juga:  Empat WNA Spanyol Masih Hilang Usai Kapal Wisata Terbalik di Perairan TN Komodo

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pihak Dinas Lingkungan Hidup diduga berada dibawah tekanan dari atasan.

“Kami dengar informasinya bahwa memang dinas ini dugaanya semacam ditekan, karena pihak dinas lingkungan hidup diperintah oleh Sekda untuk buatkan RAB terkait biaya pengangkutan mesin tersebut. Kuat dugaanya memang dinas ini ditekan, karena biaya pengangkutan juga ditanggung oleh dinas,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa mesin tersebut informasinya pengadaan tahun 2018 namun belum otomatis ini milik dinas lingkungan hidup, jadi sifatnya hanya dititip dan disimpan disini.

“Memang mesin ini istilahnya hak daerah, namun dinas lingkungan hidup belum punya wewenang untuk memanfaatkan mesin tersebut,” kata sumber tersebut.

Yang sangat janggal lagi mennurut sumber ini, bahwa jikalau memang ada proposalnya kenapa baru diberikan saat musim Pilkada. Ini kan aneh namanya. Berarti ini diduga ada unsur politiknya.

“Lebih anehnya lagi begitu mesin ini diangkut untuk dibawa ke Boleng tiba-tiba Kepala Dinas lakukan perjalanan dinas ke Denpasar sehingga yang membuat berita acara saat itu pak sekertaris dinas lingkungan hidup. Seolah-olah pa Kadis ini mau cuci tangan,” jelasnya.

Baca Juga:  Desa Tiwu Nampar Jadi Tuan Rumah HUT RI ke-79 Tingkat Kecamatan Komodo, Sejumlah Acara Akan Digelar

Sementara itu, Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Barat, Fredi Dahur ketika dikonfirmasi pada Senin, (11/11/2024) mengaku bahwa mesin itu tidak hilang, tapi itu murni ada permintaan dari masyarakat.

“Ada surat permohonanya ke Pak Bupati. Lalu Bupati disposisikan, jadi memang ada beberapa surat tapi kami belum keluarkan semuanya karena kami harus cek dulu fisiknya terlebih dahulu. Memang masih ada sisa sekitar 4 atau 5 unit fisknya di kantor, dan 2 unit sudah keluar,” ungkapnya.

Ketika ditanya terkait biaya pengangkutan 2 unit mesin tersebut, Fredi mengaku tidak ada biaya pengangkutan.

“Tidak ada. Tidak ada itu biaya pengangkutan. Jadi mesin-mesin tersebut selama ini sifatnya hanya disimpan saja di kantor dan tidak ada peruntukannya. Dan mesin ini juga merupakan bantuan dari pihak ketiga, bukan pengadaan dari pusat. Lalu tahun 2024 ada proposal yang masuk sehingga pak Bupati langsung disposisikan untuk segera berikan mesin tersebut ke Kecamatan Boleng dan satu unitnya di Sano Nggoang,” jelas Ferdi dengan nada tergesa-gesa.

Berita Terkait

PLN Sebut Akan Survei Maret–April Terkait Ratusan Rumah di Macang Pacar yang Belum Dialiri Listrik
Ironi HUT Manggarai Barat ke 23, Ratusan Rumah di Macang Pacar Belum Tersentuh Listrik PLN
Polemik Tak Usai: Bisnis, Tanah, dan Jerat Hukum yang Membelit Nama Pater Marsel Agot di Labuan Bajo
Anak Sekolah Seberangi Jembatan Darurat, Warganet Soroti Ketimpangan Infrastruktur Manggarai Barat
Dedi Mulyadi Terbang ke Maumere, 12 Perempuan Korban TPPO Dipulangkan ke Jabar
Diduga Tertekan Tagihan Koperasi Harian, Petani di Manggarai Ditemukan Tewas Gant*ng Diri
Mini Bus Jurusan Werang-Labuan Bajo Terjun ke Jurang 13 Meter, Begini Penjelasan Polisi
Sikap Tertutup Provinsial SVD Ruteng Picu Spekulasi Publik soal Sengketa Tanah Imam di Labuan Bajo

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 17:14 WITA

PLN Sebut Akan Survei Maret–April Terkait Ratusan Rumah di Macang Pacar yang Belum Dialiri Listrik

Rabu, 25 Februari 2026 - 16:41 WITA

Ironi HUT Manggarai Barat ke 23, Ratusan Rumah di Macang Pacar Belum Tersentuh Listrik PLN

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:27 WITA

Anak Sekolah Seberangi Jembatan Darurat, Warganet Soroti Ketimpangan Infrastruktur Manggarai Barat

Senin, 23 Februari 2026 - 11:42 WITA

Dedi Mulyadi Terbang ke Maumere, 12 Perempuan Korban TPPO Dipulangkan ke Jabar

Minggu, 22 Februari 2026 - 19:03 WITA

Diduga Tertekan Tagihan Koperasi Harian, Petani di Manggarai Ditemukan Tewas Gant*ng Diri

Berita Terbaru