Perpaduan Spiritualitas, Tradisi, dan Identitas Lokal
Jalan Salib ini merupakan bagian penting dari rangkaian Pekan Suci menuju Paskah. Di kota wisata seperti Labuan Bajo, perayaan Jumat Agung menjadi lebih dari sekadar ritual keagamaan—ia adalah bentuk ekspresi iman kolektif dan penghormatan terhadap warisan budaya yang terus hidup di tengah modernitas.
Maria Dalu, salah satu peserta prosesi yang mengenakan kain adat Manggarai, menyampaikan makna yang ia rasakan. “Walaupun hujan, kami tetap ikut sampai selesai. Ini bentuk pengorbanan kecil kami untuk mengenang pengorbanan Yesus yang jauh lebih besar,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Senada dengan itu, Romo Paping Dahemat, Ketua Seksi Prosesi Jalan Salib, mengatakan bahwa hujan justru memperkaya makna spiritual prosesi ini. “Hujan memberi makna tersendiri. Kesederhanaan, ketekunan, dan pengharapan yang tetap menyala,” ucapnya.
Jumat Agung di Labuan Bajo: Iman yang Mengakar dalam Budaya
Perayaan Jumat Agung di Labuan Bajo tahun ini menunjukkan bagaimana iman dapat berpadu dengan identitas lokal. Di tengah gempuran modernisasi dan geliat pariwisata, masyarakat Labuan Bajo tetap menjaga kekhusyukan dan tradisi mereka. Jalan Salib bukan hanya ritual, tetapi juga cermin dari keteguhan iman yang dibalut dalam kekayaan budaya.
Labuan Bajo pagi ini bukan hanya destinasi wisata. Ia menjadi saksi akan semangat komunitas Katolik yang setia, yang tak gentar oleh cuaca, yang terus menjaga makna spiritualitas dengan langkah kaki sederhana namun penuh arti. ***
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







