Menu yang ditawarkan pun diracik untuk menjangkau selera lintas generasi. Untuk pengganjal perut, ada kudapan familier seperti Kentang Goreng, Cilog Egg, hingga Sosis Egg. Makanan yang akrab di lidah, teman sempurna untuk bercengkerama.
Namun, daya pikat utamanya justru terletak pada deretan minumannya. Icha tak hanya menyajikan racikan kekinian yang digandrungi kaum milenial seperti Matcha Latte, Milo Spanish Latte, dan Choco Oreo Milk. Ia juga memberi tempat terhormat bagi kopi lokal. Secangkir Kopi Manggarai yang otentik bersanding dengan olahan modern semacam Coffee Spanish Latte. Tak ketinggalan, kesegaran Es Mojito dan aneka Pop Ice disiapkan untuk membasahi kerongkongan.
Menjalani peran ganda sebagai abdi negara sekaligus wirausahawan tentu bukan tanpa tantangan. Namun, Icha melihatnya sebagai dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Jika di kantor ia melayani publik lewat jalur birokrasi, di kedainya ia menyapa warga dengan secangkir kehangatan dan sepiring keramahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan berdirinya Kedai Momica, Icha berharap bisa menyumbang satu lagi alasan bagi warga untuk datang dan menikmati Natas Labar. Bukan hanya sebagai latar foto atau trek lari sore, tapi sebagai ruang komunal yang hidup—tempat di mana ide dan tawa bisa lahir dari secangkir kopi. Sebuah babak baru bagi Natas Labar, yang denyutnya kini ikut diracik dari tangan seorang abdi negara.
Penulis : Ofantri Nero
Editor : Fons Abun
Halaman : 1 2







