INFOLABUANBAJO.ID — Sejumlah warga di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menyuarakan keprihatinan mereka terhadap kebiasaan sejumlah kepala desa (kades) yang diduga mengunjungi kafe atau tempat hiburan malam di Labuan Bajo setelah pencairan dana desa.
Keluhan ini muncul dari berbagai komunitas dan tokoh masyarakat yang menilai bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap pemimpin desa yang seharusnya menjadi panutan. Mereka khawatir penggunaan dana desa tidak sepenuhnya sesuai peruntukan, terutama jika diiringi dengan perilaku konsumtif yang tak mendesak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami tidak melarang para kades untuk datang ke Labuan Bajo. Tapi jangan langsung ke kafe atau tempat hiburan malam setelah pencairan dana. Itu menimbulkan persepsi negatif di masyarakat,” ujar salah satu tokoh masyarakat asal Kecamatan Lembor yang meminta namanya tidak ditulis pada Selasa (24/6).
Ia menambahkan, masyarakat saat ini semakin cerdas dalam mengawasi penggunaan dana desa. Ia meminta agar para kades lebih fokus pada realisasi program pembangunan dan pemberdayaan ekonomi warga.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya







