INFOLABUANBAJO.ID – Hampir lima bulan pasca-longsor, bongkahan batu raksasa masih melumpuhkan jalur Bea Mese – Lous di Owak, Desa Langkas, Kabupaten Manggarai. Janji Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk menyingkirkan material tersebut usai menangani lokasi lain tak kunjung terealisasi, memicu keluhan warga dan pengguna jalan.
Bencana alam yang terjadi sekitar 2 Februari 2025 itu menyisakan bongkahan batu yang menutup total badan jalan. Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Manggarai, Lambertus Paput, pada 17 Maret 2025, menyatakan alat berat tengah difokuskan untuk membersihkan longsoran di ruas Bea Loli – Pelas.
“Untuk sementara, excavator masih membersihkan material longsor ruas jalan Bea Loli – Pelas, selanjutnya ke Owak,” kata Lambertus saat dikonfirmasi wartawan kala itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan pantauan, ruas Bea Loli – Pelas memang telah bersih dari material longsor sejak akhir April 2025. Namun, hingga akhir Juni 2025, komitmen untuk melanjutkan pengerjaan ke Desa Langkas belum juga dipenuhi. Bongkahan batu itu masih kokoh di posisi semula, seolah tak tersentuh.
Seorang warga setempat, Lucky, mengonfirmasi bahwa tidak ada penanganan sama sekali terhadap batu tersebut. “Batu besar yang menutupi badan jalan akibat bencana alam hingga kini belum dipindahkan sama sekali,” ujarnya Senin 30 Juni 2025.
Penulis : Ofantri Nero
Editor : Fons Abun
Halaman : 1 2 Selanjutnya







