Menurut Lucky, warga sempat menaruh harapan setelah membaca pernyataan Dinas PUPR di media. Namun, penantian itu berujung kekecewaan.
Kelumpuhan akses ini berdampak langsung pada perekonomian warga. Hendra, seorang penjual ikan, berharap pemerintah segera bertindak. “Kalau dibiarkan, maka aktivitas perekonomian tidak dapat berjalan efektif,” katanya.
Ia mengaku terpaksa setiap hari melintasi jalur berbahaya itu demi menafkahi keluarganya. Meski harus bertaruh nyawa, pilihan lain tidak ada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sangat berbahaya lewat di sini. Salah sedikit bisa terjerumus ke dalam jurang,” ujar Hendra. “Kami tunggu aksi nyata dari pemerintah, bukan sekadar datang omong-omong, lalu tidak ada eksekusi.”
Lambatnya penanganan ini membuat warga mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam mitigasi bencana dan pemulihan infrastruktur. Mereka menuntut aksi nyata atas janji yang telah diucapkan pejabat publik.
Penulis : Ofantri Nero
Editor : Fons Abun
Halaman : 1 2







