Surga Alam di Sawah Terasering Satar, Desa Mokel, Manggarai Timur

- Redaksi

Jumat, 18 Juli 2025 - 12:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manggarai Timur – Menghirup udara segar langsung dari wilayah persawahan Terasering Satar ini sangat cocok sebagai penyegar diri dari padatnya aktivitas sehari-hari. Bagi Anda yang ingin meditasi atau sekadar menentramkan jiwa di perdesaan, tempat ini adalah jawabannya.

 

Selain menikmati keindahan sawah terasering, Anda juga akan menikmati sisi lain di tempat ini, di mana Anda dapat menikmati bentangan panorama alam yang luas dengan perbukitan di sekitar areal persawahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Satar merupakan sebuah areal persawahan yang menjadi bagian dari Desa Mokel, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Anda dapat mengunjungi Sawah Terasering ini dengan berjalan kaki selama 10-15 menit dari kampung Paleng.

Baca Juga:  Ironi di Pede: Turis Memungut, Warga Menonton

 

Setibanya di sana, Anda akan takjub dengan hamparan sawah yang sangat langka ditemukan saat di perkotaan. Jika Anda ingin lebih seru lagi, Anda wajib turun langsung ke sawah Satar ini, lalu berjalan dari satu terasering ke terasering lainnya.

 

Mengabadikan setiap sudut di Sawah Terasering Satar dijamin tidak akan mengecewakan. Terasering juga memiliki arti sebagai suatu pola atau teknik bercocok tanam yang dilakukan dengan sistem bertingkat atau berteras-teras sebagai upaya pencegahan terjadinya erosi tanah yang banyak diterapkan di sawah Satar ini.

Baca Juga:  Pariwisata Labuan Bajo Bergejolak, Kuota Kunjungan TN Komodo Picu Polemik

 

Sistem pertanian terasering ini lazim ditemukan di Persawahan Manggarai Timur. Di sini merupakan surganya pemandangan alam, di mana sistem terasering hampir digunakan di seluruh persawahan.

 

Sawah berundak-undak indah dengan sistem pengairan terasering tersebut merupakan salah satu cara untuk konservasi lingkungan sehingga tidak terjadi erosi.

 

Berita Terkait

Tangis Pekerja Wisata di Labuan Bajo: Dampak Kuota 1.000 Wisatawan, Rencana Nikah 2027 Batal
Taman Nasional Komodo Jadi Destinasi Terindah ke-2 Dunia, Ini Cara Menikmatinya ala Luxury Getaway di Meruorah
Ribuan Massa Siap Demo! Pelaku Wisata Labuan Bajo Tolak Pembatasan 1.000 Pengunjung ke TN Komodo
Pariwisata Labuan Bajo Bergejolak, Kuota Kunjungan TN Komodo Picu Polemik
Viral Wisatawan Dilarang Naik ke Pulau Padar, Kuota Penuh 1.000 Orang per Hari Jadi Penyebab
Indonesia Pinjamkan 2 Komodo ke Jepang, Ditukar Jerapah dan Panda Merah, Ini Tujuan Sebenarnya
Pembatasan 1.000 Pengunjung per Hari di Taman Nasional Komodo Mulai Berdampak: Turis Ungkap Kebingungan
Bangga! Meruorah Komodo Labuan Bajo Raih Sertifikat Chinese Friendly Hotel 2026 dari Trip.com Group

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 22:26 WITA

Tangis Pekerja Wisata di Labuan Bajo: Dampak Kuota 1.000 Wisatawan, Rencana Nikah 2027 Batal

Sabtu, 11 April 2026 - 10:50 WITA

Taman Nasional Komodo Jadi Destinasi Terindah ke-2 Dunia, Ini Cara Menikmatinya ala Luxury Getaway di Meruorah

Kamis, 9 April 2026 - 22:13 WITA

Ribuan Massa Siap Demo! Pelaku Wisata Labuan Bajo Tolak Pembatasan 1.000 Pengunjung ke TN Komodo

Rabu, 8 April 2026 - 09:50 WITA

Pariwisata Labuan Bajo Bergejolak, Kuota Kunjungan TN Komodo Picu Polemik

Sabtu, 4 April 2026 - 13:31 WITA

Viral Wisatawan Dilarang Naik ke Pulau Padar, Kuota Penuh 1.000 Orang per Hari Jadi Penyebab

Berita Terbaru