Bagi Christian, komentar tersebut adalah pukulan telak di saat ia masih berjuang mencari keadilan atas kematian sang anak. “Tolong cari dia sebelum saya yang cari. Jangan dia mencari masalah baru. Saya lagi susah, istri tentara, saya tentara, anak saya dibunuh tentara, itu belum selesai. Ingat itu baik-baik,” tegasnya di hadapan wartawan.
Emosi Christian semakin memuncak. Ia bahkan bersumpah tidak akan memakamkan jenazah Lucky sebelum pemilik akun NA ditemukan. “Saya tidak mencari popularitas. Sebelum anak saya dikubur, ini harus selesai,” ucapnya dengan nada geram.
Lucky menghembuskan napas terakhir pada Rabu (6/8/2025) pukul 11.23 WITA di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, setelah empat hari dirawat secara intensif. Ia diduga menjadi korban penganiayaan brutal oleh puluhan senior di barak militer. Sebelum kondisinya memburuk, Lucky sempat memberi kesaksian kepada dokter bahwa ia dipukuli oleh seniornya sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kini, selain mengejar keadilan atas dugaan pembunuhan tersebut, Christian menuntut agar semua pelaku diberhentikan dari TNI AD dan dijatuhi hukuman mati. Namun sebelum itu, satu misinya jelas: menemukan NA, sang penebar tuduhan keji yang telah menambah luka di hatinya. ***
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2






