“Di tengah kilauan pariwisata dan segala pancingan kemewahannya, kita harus waspada agar tidak kehilangan identitas sebagai orang beriman. Justru di situ kita dipanggil hadir sebagai terang Kristus,” tegasnya.
Uskup Max juga mengaitkan perutusan Gereja dengan nubuat Nabi Yesaya, yang dinilainya semakin relevan bagi umat di Labuan Bajo yang berhadapan dengan realitas sosial dan moral yang kompleks akibat arus pariwisata global.
Ia berharap perayaan yubileum ini bukan sekadar nostalgia sejarah. Sebaliknya, menjadi momentum pembaharuan iman yang lebih solider dan dewasa bagi Gereja lokal di Manggarai Raya serta Flores pada umumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : Fons Abun
Sumber Berita: infolabuanbajo.id
Halaman : 1 2







