INFOLABUANBAJO.ID – Sebuah momen khas dan penuh kehangatan terekam di Etape 10 Tour de EnTeTe 2025, ketika seorang bapak yang berdiri di pinggir jalan menyaksikan balap sepeda dari Ruteng menuju Labuan Bajo, menawarkan segelas kopi Manggarai kepada salah satu pembalap internasional. Aksi sederhana ini langsung menjadi viral di media sosial, banyak memperoleh like, komentar, dan dibagikan ulang sebagai simbol keramahan Flores di tengah ajang olahraga kelas dunia.
Foto tersebut menunjukkan perpaduan antara perjuangan atlet dengan budaya lokal yang ramah: sang pembalap berhenti sejenak, menerima kopi sebagai tanda penghargaan terhadap budaya dan kehangatan masyarakat setempat. Momen ini bukan hanya tentang kecepatan dan kompetisi, melainkan tentang interaksi manusia, solidaritas, dan penghormatan terhadap tradisi lokal.
Tentang Tour de EnTeTe 2025
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tour de EnTeTe 2025 adalah lomba sepeda multi-etape yang menjelajahi pulau-pulau di Nusa Tenggara Timur, termasuk Flores. Acara ini menempuh total lintasan sekitar 1.500 kilometer, terdiri dari 10 etape, dimulai dari Kupang di Pulau Timor, dilanjutkan ke beberapa titik di Flores.
Etape terakhir, Etape 10, adalah rute Ruteng → Labuan Bajo, sejauh kira-kira 136,6 km.
Siapa Juara Tour de EnTeTe 2025?
Juara kelas General Classification (peringkat keseluruhan) Tour de EnTeTe 2025 adalah Loïs Buffin dari tim Kronospeed Paris.
Posisi kedua diraih oleh Kenny Nijssen, sedangkan di tempat ketiga ada Muhammad Syelhan.
Momen kopi Manggarai di jalanan Ruteng bukan hanya menangkap sebuah gesture sederhana, tapi memberikan makna mendalam: bahwa olahraga besar seperti balap sepeda internasional tidak hanya tentang siapa yang tercepat, tetapi juga tentang siapa yang terhubung, siapa yang menghargai, dan siapa yang membawa budaya mereka ke dalam perlombaan.
Tour de EnTeTe 2025 telah selesai, namun cerita-cerita kecil seperti ini akan terus dikenang sebagai bagian dari pesonanya. ***
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi







