Kronologi Lengkap Kasus Pencabulan Siswi SD di Manggarai Timur: Pelaku Tewas Gantung Diri

- Redaksi

Jumat, 26 September 2025 - 08:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kronologi Lengkap Kasus Pencabulan Siswi SD di Manggarai Timur: Pelaku Tewas Gantung Diri

Kronologi Lengkap Kasus Pencabulan Siswi SD di Manggarai Timur: Pelaku Tewas Gantung Diri

Layanan Telepon Psikologi HIMPSI: 0811-1900-1900

Atau segera mendatangi rumah sakit atau klinik kesehatan terdekat.

INFOLABUANBAJO.ID – Kasus pencabulan terhadap siswi sekolah dasar berusia 11 tahun di Kecamatan Kota Komba Utara, Manggarai Timur, berakhir tragis. Terduga pelaku berinisial D (25) ditemukan tewas gantung diri tiga hari setelah kejadian, mengakhiri proses hukum yang belum sempat berjalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski demikian, kisah memilukan ini menyisakan luka mendalam bagi korban KAM (11), yang hingga kini masih berjuang pulih dari trauma fisik dan psikis akibat peristiwa mengerikan yang dialaminya.

Malam Mencekam Saat Rumah Sepi

Peristiwa terjadi pada 18 Agustus 2025 malam. Saat itu, KAM tengah tidur bersama adiknya yang berusia 8 tahun di rumah kakek-neneknya. Kedua orang tua asuhnya sedang tidak berada di rumah.

Dalam kondisi sepi dan gelap, pelaku diduga mematikan meteran listrik terlebih dahulu sebelum menyelinap masuk ke dalam rumah. Di tengah kegelapan malam, ia mencabuli korban hingga menyebabkan pendarahan hebat pada bagian vital.

Baca Juga:  Seorang Anggota Polisi Ditemukan Meninggal di Manggarai Timur, Begini Penjelasan Singkat Kapolres

Meski dalam kondisi lemah, KAM berhasil melarikan diri ke rumah tetangga untuk meminta pertolongan. Ia kemudian segera dilarikan ke RSUD Borong untuk menjalani operasi. Hingga kini, korban masih menjalani perawatan intensif dan pendampingan psikologis akibat trauma berat yang dialaminya.

Petunjuk dari Gigitan dan Bau Sopi

Dalam pemeriksaan awal, KAM mampu memberikan ciri-ciri detail pelaku kepada polisi. Ia menyebut pelaku bertubuh besar, berbau rokok dan sopi (minuman tradisional beralkohol), serta merupakan orang yang sering datang ke rumahnya.

Korban juga mengaku sempat melawan dan menggigit jari pelaku, meninggalkan bekas luka yang menjadi petunjuk penting dalam penyelidikan. Polisi kemudian memanggil seluruh pemuda di sekitar lokasi untuk dimintai keterangan.

Namun, hanya D yang tidak menghadiri panggilan tersebut. Ketidakhadirannya membuat polisi semakin yakin bahwa ia merupakan pelaku.

Tiga Hari Kemudian: Jenazah di Kebun Cengkih

Belum sempat identitas pelaku diumumkan, warga dikejutkan oleh penemuan jenazah pria tergantung di pohon cengkih pada 21 Agustus 2025. Jenazah tersebut belakangan diketahui adalah D, yang sebelumnya telah dilaporkan hilang oleh keluarganya. Jasadnya ditemukan oleh ayah kandungnya sendiri di kebun belakang rumah.

Baca Juga:  Bukan Ajang Biasa, Putra Putri Budaya NTT 2026 Perpanjang Pendaftaran hingga 10 Februari

Setelah kematian D, penyidik kembali memeriksa KAM. Saat diperlihatkan foto terduga pelaku, korban tanpa ragu mengenali D sebagai pelaku pencabulan yang telah merusak hidupnya.

Kasus Ditutup, Korban Masih Trauma

Meski semua bukti mengarah kuat kepada D, kepolisian terpaksa menghentikan penyelidikan karena pelaku telah meninggal dunia.

“Berdasarkan hasil gelar perkara, penyelidikan atas dugaan pencabulan anak di bawah umur resmi dihentikan karena pelaku telah meninggal dunia,” jelas Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri, saat konferensi pers, Kamis (25/9/2025).

Tragedi ini menyisakan kepedihan mendalam. Proses hukum memang terhenti, tetapi korban kini harus melanjutkan hidup dengan trauma berat akibat tindakan keji yang dilakukan pelaku. ***

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Kemiskinan Ekstrem di Manggarai Timur: Wanita Ini Lumpuh dan Tinggal di Kandang Selama 10 Tahun, Kini Butuh Bantuan Kita
Klarifikasi Emiliana Helni Lewat Kuasa Hukum, Bantah Tuduhan Bunga Tinggi, Berikut Penjelasannya
AWSTAR Bantah Keras Isu Penganiayaan Driver Grab di Labuan Bajo, Sebut Hanya Salah Paham Zonasi
Soal Suruh Jual Diri dan Jual Anak untuk Bayar Utang, Begini Jawaban ASN di Labuan Bajo yang Diduga Pemilik Voice Note Viral
Heboh Oknum Guru Diduga Caci Maki di Medsos, Warga Surati Bupati Manggarai Hery Nabit
BREAKING NEWS: Guru SD di Ruteng Berinisial EH Diperiksa Polres Manggarai Barat Terkait Kasus Ini
VIRAL! Diduga Guru PNS di Ruteng Tulis Komentar Pedas Saat Keluarga Berduka, Netizen: Tak Punya Empati!
Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 10:17 WITA

Kemiskinan Ekstrem di Manggarai Timur: Wanita Ini Lumpuh dan Tinggal di Kandang Selama 10 Tahun, Kini Butuh Bantuan Kita

Jumat, 24 April 2026 - 11:33 WITA

Klarifikasi Emiliana Helni Lewat Kuasa Hukum, Bantah Tuduhan Bunga Tinggi, Berikut Penjelasannya

Rabu, 22 April 2026 - 20:13 WITA

AWSTAR Bantah Keras Isu Penganiayaan Driver Grab di Labuan Bajo, Sebut Hanya Salah Paham Zonasi

Rabu, 22 April 2026 - 00:24 WITA

Soal Suruh Jual Diri dan Jual Anak untuk Bayar Utang, Begini Jawaban ASN di Labuan Bajo yang Diduga Pemilik Voice Note Viral

Selasa, 21 April 2026 - 10:34 WITA

Heboh Oknum Guru Diduga Caci Maki di Medsos, Warga Surati Bupati Manggarai Hery Nabit

Berita Terbaru