INFOLABUANBAJO.ID — Peristiwa tragis terjadi di Desa Persiapan Lawahing Barat, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (11/10/2025). Dua warga meninggal dunia dan sembilan lainnya dilarikan ke puskesmas setelah diduga mengalami keracunan akibat mengonsumsi kepiting laut beracun.
Korban meninggal masing-masing adalah Okri Polin (28) dan Sry Mobriadi Pingaman (4). Keduanya sempat mendapat perawatan di Puskesmas Lawahing, namun nyawanya tak tertolong. Sementara sembilan anggota keluarga lainnya kini dalam kondisi stabil setelah menjalani perawatan intensif.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Makan Bersama Usai Melaut
Menurut Kepala Desa Naikean, Johan R. Lima, peristiwa bermula ketika Naktali Polin dan istrinya, Safira Kisek, berangkat melaut sekitar pukul 09.00 WITA. Keduanya kembali dengan membawa hasil tangkapan berupa ikan dan beberapa ekor kepiting laut yang mereka temukan di sekitar perairan setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepiting tersebut kemudian direbus dan disajikan untuk makan bersama keluarga. Tak lama setelah menyantap hidangan itu, putri mereka yang berusia empat tahun tiba-tiba muntah dan pingsan. Gejala serupa kemudian dialami oleh anggota keluarga lainnya — mulai dari mual, pusing, hingga sesak napas.
Melihat kondisi yang memburuk, warga segera mengevakuasi para korban ke Puskesmas Lawahing. Namun, dua di antaranya tidak dapat diselamatkan.
Dugaan Kuat: Kepiting dari Jenis Xanthidae (Ketam Batu Beracun)
Dari hasil identifikasi sementara, kepiting yang dikonsumsi diduga termasuk keluarga Xanthidae, yakni kelompok ketam batu beracun yang sering ditemukan di perairan tropis dan subtropis.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya







