4 Alasan Pemilik Kos di Bali Tolak Penyewa Asal NTT, Ini yang Bikin Warga Lokal Resah

- Redaksi

Kamis, 30 Oktober 2025 - 09:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

4 Alasan Pemilik Kos di Bali Tolak Penyewa Asal NTT, Ini yang Bikin Warga Lokal Resah (Gambar: Ilustrasi dari Internet)

4 Alasan Pemilik Kos di Bali Tolak Penyewa Asal NTT, Ini yang Bikin Warga Lokal Resah (Gambar: Ilustrasi dari Internet)

INFOLABUANBAJO.ID – Bagi para pencari kerja asal Nusa Tenggara Timur (NTT), tantangan terbesar saat ini di Bali bukan lagi soal mencari pekerjaan, melainkan menemukan tempat tinggal atau kos yang mau menerima mereka.

Ironisnya, di tengah peluang kerja yang terbuka lebar, mencari kos justru menjadi hal yang lebih sulit. Sebagian pemilik kos di Bali mengaku enggan menerima calon penghuni asal NTT karena beberapa alasan perilaku yang dianggap mengganggu keamanan dan kenyamanan warga sekitar.

Beberapa warga NTT bahkan mengaku dikeluarkan secara halus dari kos yang sebelumnya mereka tempati, dengan alasan akan direnovasi, digunakan sendiri, atau alasan lain yang sopan untuk meminta mereka pindah.

Dari unggahan akun Facebook Vincebere Life Story pada Selasa (28/10/2025), terungkap empat alasan utama mengapa sejumlah pemilik kos menolak penyewa asal NTT.

1. Terlalu Banyak Penghuni dalam Satu Kamar

Beberapa pemilik kos mengeluhkan jumlah penghuni yang melebihi kapasitas kamar. Kamar yang seharusnya diisi satu atau dua orang, kerap dihuni hingga lima sampai tujuh orang.

Kondisi ini membuat ruangan sesak, fasilitas cepat rusak, dan suasana kos tidak nyaman bagi penghuni lain. Pemilik kos merasa dirugikan dan menganggap hal itu sebagai bentuk penyalahgunaan aturan.

“Bukan masalah asalnya dari mana, tapi kalau satu kamar diisi enam orang, siapa pun pasti saya tolak,” kata seorang pemilik kos di Denpasar.

Baca Juga:  Kebakaran di Cibal Barat Hanguskan Rumah dan Motor, Kerugian Capai Puluhan Juta

2. Kebisingan Akibat Musik Keras di Malam Hari

Alasan kedua adalah kebisingan di malam hari. Beberapa penghuni kos asal Timor diketahui sering memutar musik keras hingga larut malam.

Musik reggae, dangdut koplo, bahkan lagu rohani diputar dari berbagai kamar dengan speaker Bluetooth masing-masing, menciptakan suasana seperti “festival musik mini” di malam hari.

“Kadang jam 11 malam masih rame banget. Musiknya beda-beda di tiap kamar,” tulis salah satu komentar warganet di Facebook.

Hal ini dianggap mengganggu waktu istirahat warga sekitar yang umumnya mulai tenang sejak pukul 10 malam.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Reims Nahal

Berita Terkait

BREAKING NEWS: Guru SD di Ruteng Berinisial EH Diperiksa Polres Manggarai Barat Terkait Kasus Ini
VIRAL! Diduga Guru PNS di Ruteng Tulis Komentar Pedas Saat Keluarga Berduka, Netizen: Tak Punya Empati!
Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo
Kronologi Kematian Anggota Polisi di Manggarai Timur, Diduga Akhiri H!dup karena Ini
Soal Pengusaha Penggilingan Padi di Lembor Ditemukan Tewas, Begini Penjelasan Warga
Warga Lembor Ditemukan Meninggal di Persawahan Wae Bangka, Polisi Masih Olah TKP
Seorang Anggota Polisi Ditemukan Meninggal di Manggarai Timur, Begini Penjelasan Singkat Kapolres
Info Labuan Bajo Dapat Kesempatan Hak Jawab, Dewan Pers Tegaskan Ini Bukan Kasus Hukum
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 10:58 WITA

BREAKING NEWS: Guru SD di Ruteng Berinisial EH Diperiksa Polres Manggarai Barat Terkait Kasus Ini

Jumat, 17 April 2026 - 22:15 WITA

VIRAL! Diduga Guru PNS di Ruteng Tulis Komentar Pedas Saat Keluarga Berduka, Netizen: Tak Punya Empati!

Kamis, 16 April 2026 - 23:16 WITA

Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo

Kamis, 16 April 2026 - 13:48 WITA

Kronologi Kematian Anggota Polisi di Manggarai Timur, Diduga Akhiri H!dup karena Ini

Rabu, 15 April 2026 - 13:52 WITA

Soal Pengusaha Penggilingan Padi di Lembor Ditemukan Tewas, Begini Penjelasan Warga

Berita Terbaru

Hati-hati! Memviralkan Orang Berutang Bisa Dipidana, Ini Ancaman Hukumnya (Gambar Istimewa)

Hukum & Kriminal

Hati-hati! Memviralkan Orang Berutang Bisa Dipidana, Ini Ancaman Hukumnya

Senin, 20 Apr 2026 - 18:35 WITA