4 Alasan Pemilik Kos di Bali Tolak Penyewa Asal NTT, Ini yang Bikin Warga Lokal Resah

- Redaksi

Kamis, 30 Oktober 2025 - 09:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

4 Alasan Pemilik Kos di Bali Tolak Penyewa Asal NTT, Ini yang Bikin Warga Lokal Resah (Gambar: Ilustrasi dari Internet)

4 Alasan Pemilik Kos di Bali Tolak Penyewa Asal NTT, Ini yang Bikin Warga Lokal Resah (Gambar: Ilustrasi dari Internet)

3. Mudah Tersinggung dan Cepat Emosi

Sebagian warga lokal juga menilai bahwa penghuni kos asal NTT mudah tersinggung dan cepat emosi saat menghadapi kesalahpahaman kecil.

Beberapa kasus bahkan berujung pada pertengkaran antar penghuni, hingga melibatkan pecalang atau polisi adat untuk menenangkan situasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau ada ribut-ribut sedikit, mereka langsung panas. Akhirnya kami jadi takut,” kata seorang warga di kawasan Ubung.

4. Gaya Hidup dan Perilaku yang Dinilai Mengganggu

Baca Juga:  Viral, Mantan Bupati Ngada, Marianus Sae Pergoki Warga Labuan Bajo Buang Sampah di Pesisir Pantai

Alasan terakhir yang paling sering dikeluhkan adalah gaya hidup yang dianggap tidak sesuai norma lokal.

Sebagian penghuni kos asal NTT disebut sering mabuk, membuat keributan, muntah sembarangan, bahkan meminjam barang tanpa izin.

Beberapa kasus kriminalitas yang melibatkan oknum asal Sumba juga memperburuk citra masyarakat NTT di mata warga Bali. Padahal, tidak semua orang NTT seperti itu.

Tak Semua Warga NTT Seperti yang Disebut

Meski begitu, banyak pihak mengingatkan agar stigma negatif tidak digeneralisasi. Banyak warga NTT yang sopan, rajin, dan beretika baik selama tinggal di Bali.

Baca Juga:  Kapal Tenggelam, Mantan Bupati TTU, NTT Ditemukan Meninggal Dunia

“Yang ditolak seharusnya perilaku buruknya, bukan asal daerahnya. Banyak orang NTT datang ke Bali dengan niat kerja dan hidup jujur,” tulis akun Vincebere Life Story.

Fenomena ini menunjukkan pentingnya saling menghormati dan memahami perbedaan budaya, agar tidak muncul diskriminasi baru di tengah masyarakat Bali yang dikenal toleran. ***

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Reims Nahal

Berita Terkait

Heboh Oknum Guru Diduga Caci Maki di Medsos, Warga Surati Bupati Manggarai Hery Nabit
BREAKING NEWS: Guru SD di Ruteng Berinisial EH Diperiksa Polres Manggarai Barat Terkait Kasus Ini
VIRAL! Diduga Guru PNS di Ruteng Tulis Komentar Pedas Saat Keluarga Berduka, Netizen: Tak Punya Empati!
Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo
Kronologi Kematian Anggota Polisi di Manggarai Timur, Diduga Akhiri H!dup karena Ini
Soal Pengusaha Penggilingan Padi di Lembor Ditemukan Tewas, Begini Penjelasan Warga
Warga Lembor Ditemukan Meninggal di Persawahan Wae Bangka, Polisi Masih Olah TKP
Seorang Anggota Polisi Ditemukan Meninggal di Manggarai Timur, Begini Penjelasan Singkat Kapolres
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 10:34 WITA

Heboh Oknum Guru Diduga Caci Maki di Medsos, Warga Surati Bupati Manggarai Hery Nabit

Senin, 20 April 2026 - 10:58 WITA

BREAKING NEWS: Guru SD di Ruteng Berinisial EH Diperiksa Polres Manggarai Barat Terkait Kasus Ini

Jumat, 17 April 2026 - 22:15 WITA

VIRAL! Diduga Guru PNS di Ruteng Tulis Komentar Pedas Saat Keluarga Berduka, Netizen: Tak Punya Empati!

Kamis, 16 April 2026 - 23:16 WITA

Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo

Kamis, 16 April 2026 - 13:48 WITA

Kronologi Kematian Anggota Polisi di Manggarai Timur, Diduga Akhiri H!dup karena Ini

Berita Terbaru

Hati-hati! Memviralkan Orang Berutang Bisa Dipidana, Ini Ancaman Hukumnya (Gambar Istimewa)

Hukum & Kriminal

Hati-hati! Memviralkan Orang Berutang Bisa Dipidana, Ini Ancaman Hukumnya

Senin, 20 Apr 2026 - 18:35 WITA