Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Maruarar Sirait sebagai Ketua Panitia Natal Nasional 2025. Penunjukan tersebut menjadi bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar bagi Maruarar untuk memimpin penyelenggaraan perayaan Natal tingkat nasional tahun ini.
Presiden berharap perayaan Natal 2025 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat semangat persatuan, toleransi, dan kebersamaan antarumat beragama di Indonesia.
“Perayaan Natal Nasional harus membawa pesan perdamaian, persaudaraan, dan kasih bagi seluruh bangsa. Ini bukan hanya perayaan umat Kristiani, tetapi juga wujud persatuan bangsa Indonesia,” kata Presiden Prabowo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Maruarar Sirait menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Presiden. Ia menegaskan bahwa dirinya akan menjalankan tugas tersebut dengan sungguh-sungguh, menjadikan Natal Nasional sebagai momentum untuk mempererat kebersamaan lintas agama, suku, dan budaya.
“Saya merasa terhormat atas kepercayaan ini. Saya akan bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat agar perayaan Natal Nasional 2025 berjalan lancar, damai, dan penuh makna bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucap Maruarar.
Dorongan Pemerintah untuk Hunian Layak dan Keadilan Sosial
Penunjukan Maruarar sebagai Ketua Panitia Natal Nasional 2025 sekaligus menjadi simbol komitmen pemerintah dalam merawat keberagaman dan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Sementara itu, keberhasilan Kementerian PKP dalam menyalurkan program rumah subsidi dinilai sebagai langkah konkret pemerintah untuk mewujudkan hunian layak bagi rakyat kecil.
Program pembangunan perumahan rakyat di era pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi salah satu prioritas nasional. Melalui skema rumah subsidi, bantuan pembiayaan perumahan berbasis masyarakat (BP2BM), dan pembangunan kawasan permukiman terintegrasi, pemerintah menargetkan jutaan warga Indonesia dapat memiliki rumah sendiri dalam lima tahun mendatang.
Dengan capaian dan arahan yang disampaikan dalam pertemuan di Istana Negara tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan pembangunan moral dan sosial bangsa, agar Indonesia semakin kokoh sebagai negara yang adil, makmur, dan berdaulat.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Reims Nahal
Halaman : 1 2







