Pencarian berlanjut hingga Senin siang, 23 Februari 2026. Sekitar pukul 14.00 WITA, seorang warga bernama Emanuel Mula mencium bau menyengat dari arah Kali Watuwogat.
Saat didekati, ia menemukan tumpukan batu, rerumputan, dan bambu yang tampak tidak wajar. Setelah diperiksa lebih dekat, terlihat bagian tubuh manusia di balik susunan tersebut.
Warga yang datang membantu memastikan bahwa sesosok jasad perempuan berada di bawah timbunan itu. Dugaan kuat mengarah pada STN, siswi yang dilaporkan hilang tiga hari sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabar tersebut segera dilaporkan kepada aparat desa dan kepolisian.
Sekitar pukul 15.00 WITA, personel Polsek Kewapante bersama tim Inafis Polres Sikka tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD TC Hillers Maumere untuk pemeriksaan medis.
Hasil pemeriksaan awal tim medis menemukan adanya luka pada tubuh korban yang mengindikasikan penganiayaan sebelum kematian.
Kekecewaan Keluarga Korban
Ibu korban, Maria Yohana Nona, mengaku kecewa terhadap penanganan kasus oleh Polres Sikka, terutama setelah mengetahui SG dilepaskan karena berstatus sebagai saksi.
Menurut Yohana, keluarga korban merasa tidak mendapatkan perlakuan yang adil dalam proses hukum yang sedang berjalan.
“Saya sebagai ibunya kecewa dengan kinerja Polsek Kewapante dan Polres. Penanganan kasus anak saya seperti tidak serius. Mungkin karena kami orang miskin dan bodoh sehingga mereka mempermainkan kami,” ujarnya sambil menahan tangis.
Yohana berharap aparat penegak hukum dapat menuntaskan kasus ini secara transparan dan memberikan keadilan bagi putrinya yang meninggal secara tragis.
Kasus tersebut kini masih dalam penanganan Satreskrim Polres Sikka. Polisi menyatakan penyidikan terus dilakukan, termasuk mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam peristiwa yang mengguncang warga Desa Rubit itu.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







