Skandal BBM Subsidi: Dari Lembor Dibeli Murah, Dijual Mahal Hingga 3 Kali Lipat

- Redaksi

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Skandal BBM Subsidi: Dari Lembor Dibeli Murah, Dijual Mahal Hingga 3 Kali Lipat

Skandal BBM Subsidi: Dari Lembor Dibeli Murah, Dijual Mahal Hingga 3 Kali Lipat

Dalam kasus ini, polisi mengungkap bahwa minyak tanah tersebut sempat dipindahkan antar kendaraan untuk mengelabui petugas di kawasan Pelabuhan ASDP Labuan Bajo. Modus ini memperlihatkan bahwa aktivitas pengumpulan dari Lembor telah direncanakan secara sistematis, bukan sekadar pembelian biasa.

Dua orang tersangka, HA (23 tahun) dan FY (66 tahun), telah diamankan. Sementara satu pelaku lain berinisial SI (35 tahun) masih dalam pengejaran aparat.

Baca Juga:  Biang Kerok Masalah Tanah di Labuan Bajo, Haji Ramang Disebut di Pengadilan dalam Kasus Tanah Kerangan

Pengungkapan ini tidak hanya menyoroti praktik penyelundupan lintas provinsi, tetapi juga memperlihatkan bagaimana distribusi BBM subsidi di tingkat lokal bisa disalahgunakan. Ketika minyak tanah yang seharusnya dinikmati warga justru dikumpulkan untuk kepentingan bisnis ilegal, maka dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat kecil dalam bentuk kelangkaan dan potensi kenaikan harga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi menegaskan akan terus menelusuri rantai distribusi, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam proses pembelian di Lembor hingga pengiriman keluar daerah.

Baca Juga:  Top-Rated Personal Injury Lawyers in Los Angeles, CA

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengawasan BBM bersubsidi tidak cukup hanya di titik akhir distribusi, tetapi juga harus diperketat sejak dari sumbernya. Lembor, dalam konteks ini, menjadi contoh bagaimana titik distribusi bisa berubah menjadi titik rawan ketika kontrol tidak berjalan optimal.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Tidak Cukup Bukti, Dua Tersangka di Polres Manggarai Barat Bebas dari Jeratan Hukum Kasus Pemalsuan Surat
Modus Dikasih Mie Instan, ASN di Manggarai Barat Diduga Cabuli Bocah 10 Tahun
Polisi Tangkap Penyelundup BBM Ilegal di Perairan Komodo, 1.480 Liter Minyak Tanah Diamankan
Oknum Polisi di Manggarai Barat Dilaporkan ke Propam, Terseret Dugaan Suap Bungkam Media
Diduga ASN Bappeda Manggarai Barat Terlibat Voice Note Kasar Tagih Utang, Publik Murka Gegara Isu Rantenir Viral
Sosok Emiliana Helni: Guru SD di Ruteng yang Pernah Masuk Penjara, Kini Kembali Tersandung Sejumlah Laporan Hukum
Proses Hukum Terus Berjalan, Emiliana Helni Terancam Pidana Berlapis: UU ITE hingga UU PDP Menanti
Kronologi Pastor di NTT Diduga Dianiaya Saat Pimpin Misa, Berawal dari Teguran hingga Berujung Pemukulan

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:14 WITA

Tidak Cukup Bukti, Dua Tersangka di Polres Manggarai Barat Bebas dari Jeratan Hukum Kasus Pemalsuan Surat

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:07 WITA

Modus Dikasih Mie Instan, ASN di Manggarai Barat Diduga Cabuli Bocah 10 Tahun

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:13 WITA

Polisi Tangkap Penyelundup BBM Ilegal di Perairan Komodo, 1.480 Liter Minyak Tanah Diamankan

Kamis, 30 April 2026 - 20:40 WITA

Oknum Polisi di Manggarai Barat Dilaporkan ke Propam, Terseret Dugaan Suap Bungkam Media

Rabu, 29 April 2026 - 16:04 WITA

Diduga ASN Bappeda Manggarai Barat Terlibat Voice Note Kasar Tagih Utang, Publik Murka Gegara Isu Rantenir Viral

Berita Terbaru