Tangis Pekerja Wisata di Labuan Bajo: Dampak Kuota 1.000 Wisatawan, Rencana Nikah 2027 Batal

- Redaksi

Senin, 13 April 2026 - 22:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangis Pekerja Wisata di Labuan Bajo: Dampak Kuota 1.000 Wisatawan, Rencana Nikah 2027 Batal

Tangis Pekerja Wisata di Labuan Bajo: Dampak Kuota 1.000 Wisatawan, Rencana Nikah 2027 Batal

“Apakah kami harus menunggu kuota 1.000 itu dulu baru bisa menikah?” katanya.

Lebih jauh, ia juga menggambarkan tekanan ekonomi yang dirasakan keluarga di Manggarai Barat. Menurutnya, dalam budaya setempat, laki-laki memiliki tanggung jawab besar terhadap keluarga, termasuk membiayai adik-adiknya.

Namun dalam kondisi saat ini, hal tersebut menjadi sulit dilakukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jangankan dia kasih makan keluarga, kasih makan saya saja sekarang tidak bisa,” ucapnya.

Baca Juga:  Labuan Bajo: Surga Tersembunyi di Timur Indonesia yang Wajib Masuk Bucket List Anda

Ia juga menyinggung kondisi para orang tua yang sudah lanjut usia namun harus kembali bekerja keras untuk bertahan hidup.

“Mama sudah umur 60 tahun, masih harus turun ke kebun cari kayu untuk dijual,” katanya.

Di akhir penyampaiannya, ia berharap pemerintah dapat meninjau kembali kebijakan tersebut. Ia bahkan menyampaikan harapan sederhana: bisa kembali merencanakan pernikahannya.

Baca Juga:  ITDC Ajak Tujuh Buyer Internasional Jajaki Potensi Pariwisata Labuan Bajo

“Tolonglah ini dicabut. Kami hanya ingin hidup, ingin menikah. Kalau nanti jadi menikah tahun 2027, saya undang Bapak,” tutupnya.

Aksi demonstrasi APMB ini menjadi salah satu bentuk penolakan terhadap kebijakan pembatasan wisatawan yang dinilai berdampak langsung pada keberlangsungan ekonomi masyarakat lokal, khususnya mereka yang menggantungkan hidup di sektor pariwisata Labuan Bajo.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Warga Manggarai Barat Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di Pulau Padar, Ini Alasan Lengkapnya
Kontras Sikap NasDem: Anggota DPR RI Dukung Pembatasan Wisatawan, DPRD Manggarai Barat Teken Petisi Penolakan
Taman Nasional Komodo Jadi Destinasi Terindah ke-2 Dunia, Ini Cara Menikmatinya ala Luxury Getaway di Meruorah
Ribuan Massa Siap Demo! Pelaku Wisata Labuan Bajo Tolak Pembatasan 1.000 Pengunjung ke TN Komodo
Pariwisata Labuan Bajo Bergejolak, Kuota Kunjungan TN Komodo Picu Polemik
Viral Wisatawan Dilarang Naik ke Pulau Padar, Kuota Penuh 1.000 Orang per Hari Jadi Penyebab
Indonesia Pinjamkan 2 Komodo ke Jepang, Ditukar Jerapah dan Panda Merah, Ini Tujuan Sebenarnya
Pembatasan 1.000 Pengunjung per Hari di Taman Nasional Komodo Mulai Berdampak: Turis Ungkap Kebingungan

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 21:20 WITA

Warga Manggarai Barat Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di Pulau Padar, Ini Alasan Lengkapnya

Senin, 13 April 2026 - 22:26 WITA

Tangis Pekerja Wisata di Labuan Bajo: Dampak Kuota 1.000 Wisatawan, Rencana Nikah 2027 Batal

Sabtu, 11 April 2026 - 10:50 WITA

Taman Nasional Komodo Jadi Destinasi Terindah ke-2 Dunia, Ini Cara Menikmatinya ala Luxury Getaway di Meruorah

Kamis, 9 April 2026 - 22:13 WITA

Ribuan Massa Siap Demo! Pelaku Wisata Labuan Bajo Tolak Pembatasan 1.000 Pengunjung ke TN Komodo

Rabu, 8 April 2026 - 09:50 WITA

Pariwisata Labuan Bajo Bergejolak, Kuota Kunjungan TN Komodo Picu Polemik

Berita Terbaru