“Kalau kami tidak jalan hari ini maka kami makan apa. Saya juga tahu mobil Dump milik perusahaan yang ikut antrian apakah mereka isi solar subsidi atau tidak kami mohon supaya fakta ini perlu ditelusuri,” tutur Rino.
Terkait masalah ini Pengawas Pendropingan BBM SPBU Lembor bernama Erlin mengaku masalah antrian kendaraan di SPBU Lembor sering terjadi.
“Minyak ini adalah minyak subsidi yang telah diatur oleh BPH Migas. Jadi setiap hari kita hanya mendapat 8 Kl atau senilai 8 ton jadi 8000 itu otomatis habis pada jam 12. Jadi kalau ada mobil lain tidak kebagian maka harus ikut antri lagi” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Soal adanya mobil-mobil yang dominan berada dalam antrian itu diduga berasal dari satu perusahan milik PT. Sinar Lembor dan PT. Wae Wake yang berwarna hijau bercampur merah pada bagian belakangnya dan mobil berwarna hijau bercampur hitam pada bagian belakangnya, Erlin menyebut bukan ranah-nya untuk mengecek.
“Mobil yang sama itu mempunyai Barcode jadi kami tidak bisa mendikte mereka apakah mereka itu dari perusahaan atau tidak itu bukan ranah kami. Karena selama ini mereka isi menggunakan Barcode jadi kami isi saja. Kuota mereka setiap hari 200 liter jadi supaya semua dapat, kami hanya layani 75 liter dibagi secara merata,” ungkap Erlin.
Dengan dilayaninya mobil yang sama yang berdampak merugikan yang lain, Erlin menjelaskan, mobil yang berasal dari perusahan itu menggunakan solar industri tapi mereka datang isi menggunakan Barcode.
“Kami tidak mengetahui mobil itu milik perusahan karena semua proses pengisian menggunakan Barcode dan pengisian tidak ada masalah. Mereka sendiri juga yang membuat barcodenya,” kata Erlin
“Kami sudah menganjurkan untuk membeli Pertamina dex namun resikonya ketika ada yang membeli tentu harganya naik dan tentu masyarakat juga merasa rugi,” tutup Erlin.
Sementara pemilik PT. Sinar Lembor belum berhasil dimintai tanggapan. Hinggaa berita ini ditulis, sudah beberapa kali awak media ini menghubungi yang bersangkutan melalui telpon, namun tidak aktif.
Begitu juga pemilik PT. Wae Wake.
Saat dihubungi melalui nomor handphone istrinya yang mengaku bernama Fira malah mengaku bukan istri dari pemilik PT. Wae Wake.
“Saya Fira bukan istri dari Pemilik PT.Wae Wake dan bukan pemilik PT tersebut,” kata Fira. **
Halaman : 1 2







