Rame-rame Pakai Uang Rakyat Demi ke Jakarta, Sejumlah Kadis di Manggarai Barat Tak Patuh Efesiensi Anggaran?

- Redaksi

Minggu, 23 Februari 2025 - 22:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi

Gambar Ilustrasi

INFOLABUANBAJO.ID – Sejumlah pejabat di Manggarai Barat yang duduk di posisi strategis kini tengah menjadi sorotan publik.

Konon, para pejabat yang kesehariannya biasa dipanggil Pak Kadis dan Bu Kadis ini pada beberapa hari lalu berbondong-bondong ke Jakarta.

Sejumlah foto yang menampilkan jika Bu Kadis dan Pak Kadis ini benar-benar berada di Jakarta berseleweran di beranda media social.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai pejabat publik, tentu saja ongkos perjalan dinas mereka ditanggung dari uang Negara. Mulai dari biaya tiket pesawat hingga makan minum dan sewa pengianpan semuanya telah diatur.

Sumber Info Labuan Bajo menyebut, saat ini biaya perjalanan dinas pejabat khusus Manggarai Barat bisa mencapai Rp12.000.000 satu kali berangkat. Ini berlaku bagi satu orang pejabat. Jika yang pergi adalah 5 orang, maka dikalikan saja 5×12.000.0000 sama dengan Rp60.000.000 satu kali jalan.

Dibalik perjalanan dinas ke Jakarta ini, tersimpan sejumlah pertanyaan. Apa benar Pak Kadis dan Bu Kadis itu melakukan kunjungan kerja ke Jakarta merupakan tugas dinas yang urgent? Atau hanya akal-akalan demi luput dari agenda peribadi? Pertanyaan lanjutannya, apakah Kebijakan efisiensi anggaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak berlaku bagi para pejabat di Manggarai Barat?

Semua jawaban dari sejumlah pertanyaan receh di atas hanyalah Pak Kadis dan Bu Kadis yang bisa menjawab.

Adapun sejumlah pejabat di Manggarai Barat yang ikut berbondong-bondong ke Jakarta yaitu Kepala Dinas Kesehatan Ardi Ojo, Kepala Dinas Nakertrans Theresia Avila Asmon atau biasa disapa Ney Asmon, Kepala Dinas Pertanian Laurensius, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pius Baut, Kepala Disperindag Gabriel Bagung, Kepala Dinas PKO John Hani, Kepala Dinas KP2 Mabar Fatinci Reynilda, Kasat Pol PP Yeremias Ontong, Kepala Badan Pendapatan Daerah Yuliana Rotok, Asisten pemerintahan dan administrasi umum Setda Manggarai Barat Aloysius Lahi, dan Kepala dinas KB dan PP Rafael Guntur.

Baca Juga:  Yesus Wafat di Depan Alfamart, Jalan Salib Tematis Jadi Sorotan Publik

Memakan Korban

Rangkaian perjalanan dinas dari para pejabat di Manggarai Barat ini turut memakan korban yaitu seorang wartawan di Manggarai Barat.

Ialah, Dedimus Panggur atau yang akrab disapa Deni, wartawan dari media Kompas86.com ini diduga mendapat ancaman dan intimidasi serta makian dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Manggarai Barat, Gabriel Bagung.

Kejadian itu bermula, ketika awak media Kompas86.com, pada Jumat (21/02/2025) hendak mengonfirmasi terkait perjalanan dinas ke Jakarta yang bertepatan dengan pelantikan Bupati dan wakil Bupati terpilih Manggarai Barat Edistasius Endi dan dr.Yulianus Weng.

Diduga tak terima dikonfirmasi soal ini, Kadis Perindag Manggarai Barat itu langsung mengeluarkan kata-kata kasar.

Bukan hanya lontaran kata-kata kasar, Kadis Perindag Manggarai Barat itu bahkan diduga akan menginjak wartawan Kompas86.com jika pulang dari Jakarta.

Deni, wartawan dari media Kompas86.com kepada Info Labuan Bajo menuturkan kronologi terkait kejadian yang menimpa dirinya itu.

“Awalnya saya mau konfirmasi soal perjalanan dinas ke Jakarta yang bertepatan dengan pelantikan Bupati dan wakil Bupati terpilih Manggarai Barat Edistasius Endi dan dr.Yulianus Weng. Saat itu kadis Gabriel menjawab, Saya ada koordinasi dengan kementerian, untuk apa kamu tanya,” terang Deni, Jumat (21/02/2025) siang.

Deni menjelaskan, dirinya kemudian melanjutkan pertanyaan ke Kadis Perindag Mabar itu dengan mengajukan pertanyaan, koordinasi dalam rangka apa dengan kementerian? Dan berapa besaran dana yang digelontorkan untuk perjalanan Dinas ke Jakarta?

Baca Juga:  5 Tempat Instagrammable di Labuan Bajo yang Wajib Kamu Kunjungi dan Abadikan

Namun, ketika wartawan menanyakan hal tersebut, kadis Perindag Mabar justru mengintimidasi wartawan dengan mengelontorkan kata kata yang tidak etis.

“Puki mai, aneh-aneh, kau saya punya atasan kah? Kau ketemu saya hari Senin, anjing kau, saya injak kau kalau saya sampai di Labuan Bajo. Kau tunggu, kau rekam apa yang saya omong,” ujar kadis Gebi meniru percakapan melalui via telepon dengan wartawan Kompas86.com.

Menurut Deni, intimidasi yang dilakukan oleh Kadis Perindag Mabar sangat tidak etis dan tidak bisa diterima. Sebagai seorang wartawan yang bertugas untuk memberikan informasi kepada masyarakat, Deni merasa bahwa tindakan intimidasi tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap profesi jurnalis.

Deni menyatakan bahwa dirinya siap melaporkan Kadis Perindag Mabar ke Polres Mabar atas tindakan intimidasi yang dilakukan.

Menurut Deni, sebagai seorang wartawan, ia memiliki hak untuk melaksanakan tugasnya tanpa adanya tekanan atau intimidasi dari pihak manapun.

Deni juga menegaskan bahwa sebagai seorang wartawan, ia akan terus menjaga independensi dan integritas dalam melaksanakan tugasnya.

Dedimus tidak akan gentar menghadapi tekanan atau intimidasi dari siapapun, termasuk dari pejabat publik seperti Kadis Perindag Mabar.

Peristiwa dugaan ancaman dan intimidasi serta makian yang dilakukan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Manggarai Barat, Gabriel Bagung terhadap awak media Kompas86.com ini mendapat tanggapan serius dari Aliansi Jurnalis (AJ) Manggarai Barat.

Berita Terkait

Mengenal Nipah Virus: Ancaman Tersembunyi yang Perlu Diwaspadai
Sosok Anggur Putra Sutar, S.H.: Putra Labuan Bajo dengan Visi Nasional dan Bukti Nyata
Yesus Wafat di Depan Alfamart, Jalan Salib Tematis Jadi Sorotan Publik
Kenapa Disebut Tri Hari Suci Tapi Dirayakan 4 Hari? Ini Penjelasan Lengkapnya
Kenapa Dolar AS Selalu Dipakai di Seluruh Dunia? Ini 6 Alasan Utamanya
Ini Alasan Patung dan Salib di Gereja Ditutup Kain Ungu Saat Prapaskah, Ternyata Penuh Makna Mendalam
Perayaan Minggu Palma: Ribuan Umat Katolik Kenang Masuknya Yesus ke Yerusalem
Tak Hanya Komodo! Gereja Katolik di Labuan Bajo Ini Jadi Tempat Cari Ketenangan

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 12:45 WITA

Mengenal Nipah Virus: Ancaman Tersembunyi yang Perlu Diwaspadai

Minggu, 12 April 2026 - 15:15 WITA

Sosok Anggur Putra Sutar, S.H.: Putra Labuan Bajo dengan Visi Nasional dan Bukti Nyata

Minggu, 5 April 2026 - 06:08 WITA

Yesus Wafat di Depan Alfamart, Jalan Salib Tematis Jadi Sorotan Publik

Sabtu, 4 April 2026 - 11:52 WITA

Kenapa Disebut Tri Hari Suci Tapi Dirayakan 4 Hari? Ini Penjelasan Lengkapnya

Sabtu, 4 April 2026 - 03:53 WITA

Kenapa Dolar AS Selalu Dipakai di Seluruh Dunia? Ini 6 Alasan Utamanya

Berita Terbaru