Pemerintah Diminta Segera Turun Tangan Atasi Konflik Tanah Ulayat Antara Gendang Rempo dengan Gendang Manga di Kecamatan Lembor

- Redaksi

Senin, 24 Maret 2025 - 20:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi Tanah Ulayat yang Direbut Warga Gendang Rempo VS Gendang Manga. (Foto: Info Labuan Bajo)

Lokasi Tanah Ulayat yang Direbut Warga Gendang Rempo VS Gendang Manga. (Foto: Info Labuan Bajo)

“Kami pun mengindahkan permintaan itu, dan kami pergi ke kantor Desa Wae Bangka untuk melanjutkan proses Mediasi. Namun lagi-lagi tidak membuahkan hasil karena pihak Gendang Manga bersi keras kalau tanah sengketa itu milik orang Manga,” tandasnya.

Meski demikian, Pemerintah Kecamatan berjanji untuk terus mencari solusi untuk menyelesaikan konflik lahan antara warga Gendang Rempo dan warga Gendang Manga.

Sementara itu, warga Gendang Rempo mengaku kecewa dengan hasil mediasi yang belum membuahkan hasil. Mereka berharap pemerintah dapat menemukan solusi yang adil dan memuaskan untuk kedua belah pihak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sudah sabar menunggu hasil mediasi, namun belum ada kemajuan. Kami berharap pemerintah dapat menyelesaikan konflik ini secepatnya,” kata salah satu warga Gendang Rempo.

Warga Gendang Rempo Berencana Gugat Perdata ke PN Labuan Bajo

Konflik tanah ulayat antara Gendang Manga dengan Gendang Rempo yang terus memanas ini akan dibawa ke Gugatan Perdata di Pengadilan Negeri Labuan Bajo

Sebab, warga Gendang Rempo menilai, tiga kali upaya mediasi yang dilakukan oleh pemerintah kecamatan Lembor hingga kini tidak membuahkan hasil.

Baca Juga:  Kebakaran di Cibal Barat Hanguskan Rumah dan Motor, Kerugian Capai Puluhan Juta

Menurut warga Gendang Rempo, mereka telah mempersiapkan diri untuk mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Labuan Bajo. Mereka berharap dengan cara ini, konflik lahan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun ini dapat segera diselesaikan.

“Kami telah mencoba semua cara untuk menyelesaikan konflik ini, namun tidak ada hasil. Kini, kami memutuskan untuk mengambil tindakan hukum dan mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Labuan Bajo,” kata salah satu warga Gendang Rempo.

Warga Gendang Rempo berharap dengan mengajukan gugatan perdata, mereka dapat memperoleh keadilan dan hak atas lahan yang telah dikuasi warga Gendang Manga.

“Kami hanya ingin memperoleh keadilan dan hak atas lahan yang telah dikuasai oleh warga Gendang Manga. Kami berharap bahwa pengadilan dapat memberikan keputusan yang adil dan memuaskan,” kata salah satu warga Gendang Rempo.

Sementara itu, pihak pengadilan belum memberikan komentar terkait rencana gugatan perdata yang akan diajukan oleh warga masyarakat Gendang Rempo.

Warga Gendang Rempo Merasa Terancam, Minta Polres Manggarai Barat Turun Tangan

Baca Juga:  Remaja Masjid Bagi Daun Palem untuk Umat Katolik di Labuan Bajo

Kini warga Gendang Rempo hidup di bawah bayang-bayangan ketakutan karena adanya ancaman dari pihak warga Gendang Manga. Mereka khawatir bahwa konflik lahan ini dapat berujung pada kekerasan.

“Kami merasa terancam dan khawatir bahwa konflik lahan ini dapat berujung pada kekerasan. Oleh karena itu, kami meminta kepada Aparat Penegak Hukum, dalam hal ini, Polsek Lembor, TNI, dan Polres Manggarai Barat untuk turun tangan melakukan pengamanan,” kata warga Rempo.

Warga Gendang Rempo berharap dengan adanya pengamanan dari Polres Manggarai Barat, dan TNI, konflik lahan ini dapat diselesaikan dengan damai dan tidak berujung pada kekerasan.

“Kami hanya ingin hidup damai dan tidak ingin terlibat dalam konflik yang dapat berujung pada kekerasan. Kami berharap bahwa Polres Manggarai Barat dapat membantu kami,” kata salah satu warga Gendang Rempo.

Polres Manggarai Barat melalui Polsek Lembor sudah melakukan patroli rutin untuk menjaga situasi tetap kondusif melalui Bhabinkamtibmas Polsek Lembor dan anggota Koramil Lembor. ***

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

VIRAL! Diduga Guru PNS di Ruteng Tulis Komentar Pedas Saat Keluarga Berduka, Netizen: Tak Punya Empati!
Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo
Kronologi Kematian Anggota Polisi di Manggarai Timur, Diduga Akhiri H!dup karena Ini
Soal Pengusaha Penggilingan Padi di Lembor Ditemukan Tewas, Begini Penjelasan Warga
Warga Lembor Ditemukan Meninggal di Persawahan Wae Bangka, Polisi Masih Olah TKP
Seorang Anggota Polisi Ditemukan Meninggal di Manggarai Timur, Begini Penjelasan Singkat Kapolres
Info Labuan Bajo Dapat Kesempatan Hak Jawab, Dewan Pers Tegaskan Ini Bukan Kasus Hukum
Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Polisi di Labuan Bajo Ikut Bangun Mushola Warga

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 22:15 WITA

VIRAL! Diduga Guru PNS di Ruteng Tulis Komentar Pedas Saat Keluarga Berduka, Netizen: Tak Punya Empati!

Kamis, 16 April 2026 - 23:16 WITA

Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo

Kamis, 16 April 2026 - 13:48 WITA

Kronologi Kematian Anggota Polisi di Manggarai Timur, Diduga Akhiri H!dup karena Ini

Rabu, 15 April 2026 - 13:52 WITA

Soal Pengusaha Penggilingan Padi di Lembor Ditemukan Tewas, Begini Penjelasan Warga

Rabu, 15 April 2026 - 11:43 WITA

Warga Lembor Ditemukan Meninggal di Persawahan Wae Bangka, Polisi Masih Olah TKP

Berita Terbaru