INFOLABUANBAJO.ID – Suasana khidmat menyelimuti Gereja St. Yosef Pekerja, Lengkong Cepang, saat ribuan umat Katolik memadati pelataran dan ruang dalam gereja untuk mengikuti Misa Jumat Agung, 18 April 2025. Perayaan suci yang dipimpin Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, ini menjadi momen refleksi mendalam bagi umat Katolik untuk mengenang sengsara dan wafat Yesus Kristus di kayu salib.
Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, yang dalam khotbahnya mengajak umat untuk tidak hanya mengenang penderitaan Yesus sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga merenungkannya sebagai pengalaman iman yang hidup dan nyata dalam kehidupan setiap orang percaya.
Penderitaan Yesus Bukan Khayalan: Refleksi Melalui Film The Passion of the Christ
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam khotbahnya, Mgr. Maksimus menyampaikan bahwa masih banyak orang yang menganggap penderitaan Yesus hanyalah bagian dari cerita fiksi atau dongeng semata. Untuk membantah anggapan ini, ia mengangkat kisah di balik layar film The Passion of the Christ karya Mel Gibson.
Film ini, kata Uskup Maksimus, bukan sekadar tontonan biasa. Ia mengisahkan bagaimana Jim Caviezel, aktor yang memerankan Yesus dalam film tersebut, mengalami ketakutan yang luar biasa saat menerima tawaran peran itu. Ia merasa tak layak dan tak sanggup menyelami penderitaan Yesus yang begitu dalam, walaupun hanya untuk sebuah film.
Dalam proses syutingnya, Caviezel mengalami banyak tantangan, termasuk kecelakaan yang membuatnya nyaris menyerah. Ia merasa seperti dihalangi oleh kekuatan tertentu agar tidak melanjutkan perannya. Namun, setelah tiga tahun proses produksi yang penuh tantangan, film tersebut akhirnya tayang dan menuai berbagai reaksi dari publik. Banyak yang menganggap film ini terlalu keras dan brutal.
Namun menurut Mgr. Maksimus, “Film itu baru menggambarkan kurang lebih 10 persen dari penderitaan yang sesungguhnya dialami oleh Yesus.” Umat pun diajak membayangkan, jika 10 persen saja sudah begitu menyayat hati, maka betapa dahsyatnya penderitaan sejati yang ditanggung Sang Juru Selamat.
Ziarah ke Jerman dan Kesaksian Paku Penyaliban Yesus
Tak hanya mengulas tentang film, Uskup Maksimus juga membagikan kisah ziarah pribadinya ke sebuah basilika di Jerman bagian selatan pada tahun 2018. Ia diajak oleh sebuah keluarga Indonesia yang tinggal di Belanda untuk melihat relik suci yang dikaitkan langsung dengan kisah penyaliban Yesus.
Penulis : Remigius Nahal
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya






