Warganet pun ramai-ramai memberikan tanggapan. Akun @Charlez Harfian menulis, “Maunya pol PP atau dinas terkait selalu ada di pasar supaya tidak ada yang jualan di luar.” Sementara itu, akun @Yufensius Maldi menduga adanya praktik pungutan liar, “Menurut kabar angin, eksisnya penjualan di depan jalan itu karena ada oknum yang minta tarif retribusi kepada penjual.”
Komentar serupa juga datang dari akun @Narno Apor yang menyoroti kinerja pengelola pasar, “Dimana pengelola pasar? Jangan diam saja dong. Coba cari solusi. Kasihan para pedagang di dalam, pembeli lebih suka belanja di mobil yang parkir depan pasar.”
Tidak sedikit pula yang menyoroti dugaan praktik ‘mafia pasar’. Akun @Mekoz Pratama menulis, “Adakah mafia di pasar? Kenapa pedagang di badan jalan tetap bertahan padahal hampir setiap hari ada razia dari Satpol PP? Apakah ada yang pungut karcis di luar juga?”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola pasar maupun pemerintah daerah setempat terkait kejadian ini. Namun para pedagang berharap agar ada penataan ulang zona dagang dan regulasi yang lebih tegas untuk menjamin keadilan bagi seluruh pelaku usaha di Pasar Wae Kesambi.
Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini dikhawatirkan akan memicu konflik sosial yang lebih besar, serta menurunkan daya tarik pasar sebagai pusat kegiatan ekonomi rakyat. ***
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2






