Jurus Tari di Panggung Golo Mori

- Redaksi

Minggu, 15 Juni 2025 - 15:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertunjukan tari kreasi dari Sanggar Budaya KinD Art, yang disaksikan langsung 7 orang agen perjalanan internasional di Golo Mori Convention Center (GMCC), Sabtu (14/6/2025).

Pertunjukan tari kreasi dari Sanggar Budaya KinD Art, yang disaksikan langsung 7 orang agen perjalanan internasional di Golo Mori Convention Center (GMCC), Sabtu (14/6/2025).

INFOLABUANBAJO.ID– Senja baru saja turun di Nuka Beach Club, The Golo Mori, Sabtu kemarin. Di hadapan tujuh pasang mata dari Malaysia, Singapura, dan India, gerak lincah para penari Sanggar TaTe KinD Art memecah keheningan. Ini bukan sekadar pertunjukan hiburan. Tarian yang mengisahkan falsafah hidup masyarakat Manggarai itu adalah andalan baru Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) untuk mempromosikan Labuan Bajo. Sebuah jurus untuk membuktikan bahwa destinasi di ujung barat Flores ini lebih dari sekadar gerbang menuju Taman Nasional Komodo.

Ketujuh tamu itu adalah para agen perjalanan—atau buyer dalam istilah industri—yang sengaja diterbangkan ke Labuan Bajo. Program bertajuk post-tour ini adalah kelanjutan dari pameran pariwisata Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2025. Tujuannya tunggal: memberikan pengalaman langsung agar mereka yakin untuk “menjual” Labuan Bajo ke pasar premium.

“Tujuannya adalah untuk mereka melihat langsung, apa sih yang membuat Labuan Bajo itu spesial? Apa yang bisa mereka paketkan nantinya untuk kerja sama dengan mitra-mitra mereka?” kata General Manager The Golo Mori, Wahyuaji Munarwiyanto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Wahyuaji, inisiatif ini dirancang untuk menggeser citra Labuan Bajo. Selama ini, magnet utamanya adalah kadal raksasa Komodo. Kini, ITDC ingin menyajikan atraksi lain yang tak kalah kuat: kekayaan budaya. Ia melihat ada ceruk pasar yang besar, terutama di kalangan wisatawan mancanegara yang haus akan pertunjukan dengan narasi dan legenda lokal.

Tarian kreasi menjadi fokus utama. “Ini yang nanti kita mau kembangkan menjadi salah satu attraction yang menarik. Turis itu senang lihat yang kayak gitu. Tariannya bukan hanya tarian saja, tapi ada ceritanya,” jelas Wahyuaji.

Responnya tampak menjanjikan. Antusiasme paling kuat, kata Wahyuaji, datang dari pasar India. Bali yang kian padat membuat para agen perjalanan dari Negeri Barata itu gencar mencari destinasi alternatif. Minat ini tecermin dari jumlah peserta yang membengkak. Dari target awal lima buyer, yang datang justru tujuh, dengan lima di antaranya berasal dari India.

Baca Juga:  Mario-Richard akan Memperkuat Pengembangan Desa Wisata di Manggarai Barat

“Mereka sih excited ya. Karena dengan Bali sudah ramai, mereka mencari destinasi baru yang bisa mereka jual dan perkenalkan,” ungkapnya.

Di balik panggung promosi ini, ada semangat kolaborasi yang coba dibangun. Wahyuaji menekankan bahwa ini bukan kerja tunggal ITDC. Upaya ini melibatkan seluruh ekosistem pariwisata: perhotelan, operator transportasi, restoran, hingga sanggar seni lokal seperti TaTe KinD Art. “Di sini, yang mau saya tekankan adalah semangat kolaborasi dan kerja sama untuk sama-sama memajukan Labuan Bajo,” ujarnya.

Kini, bola ada di tangan para agen perjalanan. Mereka diharapkan merancang paket-paket wisata baru yang kompetitif. Keberhasilan mereka tak hanya akan menambah angka kunjungan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal yang lebih luas.

Dari Lodok ke Panggung Kreasi

Pertunjukan yang memukau para agen perjalanan itu bukanlah tarian biasa. Ia adalah hasil riset dan interpretasi mendalam terhadap budaya Manggarai, digarap oleh Sanggar TaTe KinD Art di bawah arahan koreografer Angelina Ayuni Praise. Perempuan yang akrab disapa Yuni ini menyebutnya sebagai “tarian kreasi berpola tradisi.”

“Jadi Manggarainya itu tidak hilang,” kata Yuni saat dihubungi pada Minggu (15/6).

Inspirasinya digali dari elemen-elemen ikonik. Misalnya, formasi yang terinspirasi dari Lodok—sistem pembagian lahan sawah berbentuk jaring laba-laba yang melambangkan akar agraris masyarakat Manggarai. Ada pula gerakan yang diadaptasi dari permainan tradisional Rangkuk Alu, yang dulu menjadi sarana kaum muda mencari jodoh. Simbol keberanian dan kekuatan khas Manggarai juga ditenun ke dalam setiap gerak.

“Biar tidak lari jauh dari apa yang menjadi kebiasaan dan tradisi di Manggarai, tetapi saya garapnya dengan pola tari kreasi,” jelas Yuni.

Baca Juga:  Menjelajahi Pedesaan Flores Bersama Komodo Padar Tour — Keindahan Tersembunyi di Sekitar Labuan Bajo

Tantangan terbesarnya adalah memadatkan narasi kompleks itu ke dalam pertunjukan ringkas berdurasi 20 menit, lengkap dengan narator untuk memandu penonton. Kostumnya pun tak sembarangan, tetap menggunakan kain tenun asli Manggarai. Rencananya, pertunjukan ini akan menjadi pementasan reguler di Golo Mori, menyajikan secuil jiwa Manggarai bagi para pelancong dunia.

Merangkak Cepat di Panggung Labuan Bajo

Namanya Sanggar TaTe KinD Art. Dalam bahasa Manggarai, TaTe KinD berarti proses seorang anak belajar merangkak. Sebuah metafora untuk totalitas dalam berproses. Namun, gerak sanggar yang dibentuk pada 10 November 2022 ini jauh dari kata lambat. Mereka melesat cepat menjadi pemain kunci di panggung seni pertunjukan Nusa Tenggara Timur.

Berbasis di Cowang Dereng, Labuan Bajo, kolektif ini digawangi oleh generasi muda yang memegang filosofi lain dari namanya: akronim dari Tanah Mbate Kintal Dite (Warisan Leluhur). Visi mereka jelas: melestarikan budaya melalui inovasi dan kolaborasi.

Portofolio mereka membuktikan reputasinya. Nama TaTe KinD Art tercatat dalam perhelatan akbar sekelas Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2023, di mana mereka berkolaborasi dengan Eko Dance Company. Mereka juga terlibat dalam rangkaian acara G20 pada 2022. Wajah mereka akrab menyambut tamu-tamu penting, dari Presiden Timor Leste, Ibu Iriana Jokowi, hingga para menteri.

Tak hanya menari, TaTe KinD Art menjelma menjadi penyedia jasa produksi acara yang lengkap: dari master of ceremony, penyewaan kostum, penata rias, hingga tim penyambutan tamu secara adat. Klien mereka beragam, mulai dari kementerian, BUMN seperti Antam dan PTPN, hingga merek global seperti Hyundai. Bagi TaTe KinD Art, “merangkak” adalah sikap rendah hati untuk terus belajar. Tapi rekam jejak mereka adalah lompatan besar bagi ekosistem kreatif Labuan Bajo.

Penulis : Fons Abun

Editor : R. Nahal

Berita Terkait

APMB Tunda Aksi Jilid II Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di TN Komodo, Ini Alasannya
Menjelajahi Pedesaan Flores Bersama Komodo Padar Tour — Keindahan Tersembunyi di Sekitar Labuan Bajo
Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo
Warga Manggarai Barat Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di Pulau Padar, Ini Alasan Lengkapnya
Kontras Sikap NasDem: Anggota DPR RI Dukung Pembatasan Wisatawan, DPRD Manggarai Barat Teken Petisi Penolakan
Tangis Pekerja Wisata di Labuan Bajo: Dampak Kuota 1.000 Wisatawan, Rencana Nikah 2027 Batal
Taman Nasional Komodo Jadi Destinasi Terindah ke-2 Dunia, Ini Cara Menikmatinya ala Luxury Getaway di Meruorah
Ribuan Massa Siap Demo! Pelaku Wisata Labuan Bajo Tolak Pembatasan 1.000 Pengunjung ke TN Komodo
Tag :

Berita Terbaru

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 23:59 WITA

APMB Tunda Aksi Jilid II Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di TN Komodo, Ini Alasannya

Sabtu, 25 April 2026 - 14:15 WITA

Menjelajahi Pedesaan Flores Bersama Komodo Padar Tour — Keindahan Tersembunyi di Sekitar Labuan Bajo

Kamis, 16 April 2026 - 23:16 WITA

Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo

Selasa, 14 April 2026 - 21:20 WITA

Warga Manggarai Barat Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di Pulau Padar, Ini Alasan Lengkapnya

Selasa, 14 April 2026 - 17:39 WITA

Kontras Sikap NasDem: Anggota DPR RI Dukung Pembatasan Wisatawan, DPRD Manggarai Barat Teken Petisi Penolakan

Berita Terbaru

Polisi Tangkap Penyelundup BBM Ilegal di Perairan Komodo, 1.480 Liter Minyak Tanah Diamankan (Foto: Dit Polairud Mabes Polri)

Hukum & Kriminal

Polisi Tangkap Penyelundup BBM Ilegal di Perairan Komodo, 1.480 Liter Minyak Tanah Diamankan

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:13 WITA

Gambar Ilustrasi Polisi

Hukum & Kriminal

Oknum Polisi di Manggarai Barat Dilaporkan ke Propam, Terseret Dugaan Suap Bungkam Media

Kamis, 30 Apr 2026 - 20:40 WITA

Rentenir Menggila di NTT, Warga Dicekik Bunga Selangit! Menteri UMKM: Ini Harus Dihentikan

EKONOMI

Rentenir Menggila di NTT, Warga Dicekik Bunga Selangit! Menteri UMKM: Ini Harus Dihentikan

Rabu, 29 Apr 2026 - 17:25 WITA

Diduga ASN Bappeda Manggarai Barat Terlibat Voice Note Kasar Tagih Utang, Publik Murka Gegara Isu Rantenir Viral

Hukum & Kriminal

Diduga ASN Bappeda Manggarai Barat Terlibat Voice Note Kasar Tagih Utang, Publik Murka Gegara Isu Rantenir Viral

Rabu, 29 Apr 2026 - 16:04 WITA

Ketryn Peto Menikah di Ruteng, Ruben Onsu Dampingi Betrand Peto

ARTIKEL

Singkat Tapi Serius! Kisah Cinta Ketryn Peto & Sandy Uli Bikin Publik Baper

Selasa, 28 Apr 2026 - 20:22 WITA