Mario-Richard akan Memperkuat Pengembangan Desa Wisata di Manggarai Barat

- Redaksi

Senin, 21 Oktober 2024 - 19:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasangan calon pilkada Manggarai Barat Mario Pranda-Richard Sontani jika terpilih dalam pilkada Manggarai Barat 2024.

Pasangan calon pilkada Manggarai Barat Mario Pranda-Richard Sontani jika terpilih dalam pilkada Manggarai Barat 2024.

INFOLABUANBAJO.ID — Untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Manggarai Barat, pengembangan sektor pariwisata menjadi salah satu komitmen pasangan calon pilkada Manggarai Barat Mario Pranda-Richard Sontani jika terpilih dalam pilkada Manggarai Barat 2024.

Calon Bupati (Cabup) Manggarai Barat (Mabar), Mario Pranda mengatakan, untuk mewujudkan itu mereka menyiapkan peta jalan pembangunan yang menyasar pencipataan kemandirian ekonomi masyarakat kecil.

Salah satu langkah strategis yang perlu disiapkan dari sekarang kata Cabup Mario Pranda yaitu melalui pengembangan desa adat menjadi desa wisata. Desa wisata tidak hanya meningkatkan ekonomi lokal tetapi sekaligus bisa melestarikan budaya.

“Apalagi, di Mabar sendiri, sejumlah desa adat menyimpan potensi besar karena menggabungkan kearifan lokal, tradisi yang unik, serta keindahan alam yang otentik,” kata Mario, Senin (21/10/2024).

Mabar yang merupakan kabupaten di ujung barat Pulau Flores membutuhkan sentuhan tangan pemimpin yang punya terobosan baru untuk menunjang kemajuan pariwisata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Selama ini, pembangunan pariwisata yang digaungkan cenderung hanya berfokus di Labuan Bajo, kota yang terus dipoles untuk memantik perhatian wisatawan lokal dan mancanegara.

Mario mengaku sudah sering berdiskusi dengan masyarakat adat di beberapa desa di Manggarai Barat.

Baca Juga:  Sejarah Taman Nasional Komodo: Warisan Dunia dari Timur Indonesia

Dia banyak mendapat cerita dari mereka soal potensi desa wisata untuk memndonkrak pertumbuhan ekonomi.

Dengan adanya transformasi yang serius, desa wisata membuka peluang ekonomi baru dengan menarik wisatawan baik dosemtik maupuk internasional.

“Juga memberikan peluang lapangan kerja di bidang jasa, kuliner, dan kerajinan tangan. Sementara, desa yang sebelumnya hanya mengandalkan sektor pertanian bisa punya peluang ekonomi yang lebih beragam,” katanya.

Kendati demikian, Mario menekankan bahwa keberhasilan pengembangan desa wisata memerlukan perencanaan dan pengelolaan yang matang.

Berita Terkait

Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo
Warga Manggarai Barat Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di Pulau Padar, Ini Alasan Lengkapnya
Kontras Sikap NasDem: Anggota DPR RI Dukung Pembatasan Wisatawan, DPRD Manggarai Barat Teken Petisi Penolakan
Tangis Pekerja Wisata di Labuan Bajo: Dampak Kuota 1.000 Wisatawan, Rencana Nikah 2027 Batal
Taman Nasional Komodo Jadi Destinasi Terindah ke-2 Dunia, Ini Cara Menikmatinya ala Luxury Getaway di Meruorah
Ribuan Massa Siap Demo! Pelaku Wisata Labuan Bajo Tolak Pembatasan 1.000 Pengunjung ke TN Komodo
Pariwisata Labuan Bajo Bergejolak, Kuota Kunjungan TN Komodo Picu Polemik
Viral Wisatawan Dilarang Naik ke Pulau Padar, Kuota Penuh 1.000 Orang per Hari Jadi Penyebab

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 23:16 WITA

Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo

Selasa, 14 April 2026 - 21:20 WITA

Warga Manggarai Barat Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di Pulau Padar, Ini Alasan Lengkapnya

Selasa, 14 April 2026 - 17:39 WITA

Kontras Sikap NasDem: Anggota DPR RI Dukung Pembatasan Wisatawan, DPRD Manggarai Barat Teken Petisi Penolakan

Senin, 13 April 2026 - 22:26 WITA

Tangis Pekerja Wisata di Labuan Bajo: Dampak Kuota 1.000 Wisatawan, Rencana Nikah 2027 Batal

Sabtu, 11 April 2026 - 10:50 WITA

Taman Nasional Komodo Jadi Destinasi Terindah ke-2 Dunia, Ini Cara Menikmatinya ala Luxury Getaway di Meruorah

Berita Terbaru

Hati-hati! Memviralkan Orang Berutang Bisa Dipidana, Ini Ancaman Hukumnya (Gambar Istimewa)

Hukum & Kriminal

Hati-hati! Memviralkan Orang Berutang Bisa Dipidana, Ini Ancaman Hukumnya

Senin, 20 Apr 2026 - 18:35 WITA