Golo Koe, Dari Altar ke Panggung Nusantara

- Redaksi

Senin, 16 Juni 2025 - 20:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DNA festival ini adalah evolusi. Setiap tahun, tema festival selaras dengan fokus pastoral keuskupan, membuatnya dinamis dan relevan. Pada 2023, saat fokus beralih ke “Ekonomi Berkelanjutan”, etalase UMKM semakin riuh dan terkurasi. Setahun kemudian, dengan tema “Ekologi Integral”, festival ini naik kelas. Tak hanya soal perayaan, panitia mulai menghitung jejak karbon dan mengedukasi anak muda tentang kelestarian lingkungan. Sebuah langkah yang menunjukkan keseriusan, bukan sekadar basa-basi.

Baca Juga:  Meruorah Komodo Perkenalkan Paket Wisata Darat Untuk Melengkapi Cakrawala Labuan Bajo Bertajuk An Elevated Landtrip Experience

Puncaknya adalah pengakuan dari pemerintah pusat. Masuknya Golo Koe ke dalam daftar KEN, yang diserahkan langsung oleh Menteri Sandiaga Uno pada 2024, menjadi validasi atas kerja kolaboratif tersebut. Apresiasi ini, seperti kata Wakil Bupati Yulianus Weng, bukan sekadar trofi, melainkan “tanggung jawab yang lebih besar.”

Kini, dengan status Top 10 KEN 2025, Golo Koe menghadapi tantangan baru: menjaga kualitas dan terus berinovasi agar tak menjadi monoton. Festival ini telah membuktikan bahwa spiritualitas bisa menjadi motor penggerak pariwisata yang otentik dan berdampak. Golo Koe bukan lagi sekadar agenda keuskupan, ia telah menjadi aset berharga Labuan Bajo dan cetak biru bagaimana pariwisata religius bisa dikemas secara modern, inklusif, dan berkelanjutan.

Penulis : Fons Abun

Editor : R. Nahal

Sumber Berita: Heribertus Ratu, Seksi Publikasi Festival Golo Koe 2025

Berita Terkait

APMB Tunda Aksi Jilid II Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di TN Komodo, Ini Alasannya
Menjelajahi Pedesaan Flores Bersama Komodo Padar Tour — Keindahan Tersembunyi di Sekitar Labuan Bajo
Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo
Warga Manggarai Barat Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di Pulau Padar, Ini Alasan Lengkapnya
Kontras Sikap NasDem: Anggota DPR RI Dukung Pembatasan Wisatawan, DPRD Manggarai Barat Teken Petisi Penolakan
Tangis Pekerja Wisata di Labuan Bajo: Dampak Kuota 1.000 Wisatawan, Rencana Nikah 2027 Batal
Taman Nasional Komodo Jadi Destinasi Terindah ke-2 Dunia, Ini Cara Menikmatinya ala Luxury Getaway di Meruorah
Ribuan Massa Siap Demo! Pelaku Wisata Labuan Bajo Tolak Pembatasan 1.000 Pengunjung ke TN Komodo

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 23:59 WITA

APMB Tunda Aksi Jilid II Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di TN Komodo, Ini Alasannya

Sabtu, 25 April 2026 - 14:15 WITA

Menjelajahi Pedesaan Flores Bersama Komodo Padar Tour — Keindahan Tersembunyi di Sekitar Labuan Bajo

Kamis, 16 April 2026 - 23:16 WITA

Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo

Selasa, 14 April 2026 - 21:20 WITA

Warga Manggarai Barat Tolak Kuota 1.000 Wisatawan di Pulau Padar, Ini Alasan Lengkapnya

Selasa, 14 April 2026 - 17:39 WITA

Kontras Sikap NasDem: Anggota DPR RI Dukung Pembatasan Wisatawan, DPRD Manggarai Barat Teken Petisi Penolakan

Berita Terbaru