INFOLANUANBAJO.ID — Senator DPD RI Stevi Harman kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar suaminya, Mario Pranda, melalui serangkaian ritual adat Manggarai yang sarat makna dan budaya. Puncak dari rangkaian prosesi ini ditandai dengan tradisi Podo—sebuah upacara adat yang melambangkan penghantaran mempelai perempuan ke kampung halaman suami.
Prosesi Podo berlangsung dengan khidmat namun meriah ketika Stevi Harman, mengenakan pakaian adat lengkap, menunggang kuda saat memasuki kampung Pogo, Desa Wewa, Welak, Manggarai Barat—kampung asal Mario Pranda. Ia disambut oleh keluarga besar Mario yang telah menanti di gerbang kampung, sementara keluarga Stevi turut serta mengantar, menciptakan suasana haru dan penuh makna kekeluargaan.
Sebelumnya, kedua mempelai telah melaksanakan ritus adat Wagal di kampung halaman Stevi, Lukup, Desa Renda, Kecamatan Satar Mese Utara, Manggarai. Ritus ini menjadi bagian penting dalam pernikahan adat Manggarai, menandai ikatan resmi antara kedua keluarga besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk memeriahkan acara, digelar pula pentas tarian Caci yang berlangsung selama dua hari, 17–18 Juli 2025, di Natas Lukup, Kampung Lukup. Tarian tradisional ini disaksikan oleh keluarga besar kedua mempelai serta para tamu undangan, termasuk Benny K. Harman (BKH) dan istrinya Maria Goreti Ernawati, yang merupakan orang tua dari Stevi Harman. Bahkan Mario Pranda ikut ambil bagian dalam pertunjukan ini, menunjukkan keterlibatan emosional dan budaya dalam pernikahan mereka.
Tarian Caci, yang dipentaskan dalam rangkaian Cikat Kina Wagal Kaba (penyatuan dua keluarga melalui pernikahan), melibatkan tamu meka landang dari pihak anak wina (laki-laki) dari Gendang Pogo, Manggarai Barat, serta tuan rumah dari pihak anak rona (perempuan) dari Gendang Todo Lukup. Pertunjukan ini menjadi ajang silaturahmi antar keluarga, juga sebagai warisan budaya yang diturunkan dari leluhur.
Di hari kedua pertunjukan, Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit dan Kapolres Manggarai AKBP Hendri Syaputra turut hadir dan melakukan pemukulan simbolis sebagai tanda penghormatan terhadap budaya lokal. Bupati Hery menyampaikan apresiasinya atas pelestarian budaya melalui pesta adat tersebut, seraya berharap tradisi ini terus diwariskan kepada generasi muda.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






