Selain itu, ia juga menyoroti tren penurunan angka kemiskinan. Berdasarkan data, tingkat kemiskinan di Manggarai Barat turun dari 16,82 persen pada tahun 2023 menjadi 16,74 persen di tahun 2024. Angka tersebut lebih baik dibandingkan rata-rata provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mencapai 19,96 persen pada 2023 dan menurun menjadi 19,02 persen pada 2024.
“Ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat berjalan efektif melalui sinergi antara pertumbuhan ekonomi inklusif, intervensi sosial berbasis data, dan penguatan ketenagakerjaan,” jelasnya.
Edi menegaskan bahwa isu kemiskinan bukan hanya menjadi prioritas nasional, melainkan juga tanggung jawab moral dan konstitusional di tingkat daerah. Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, kata dia, telah melaksanakan sejumlah program pengentasan kemiskinan, di antaranya penyediaan bantuan sosial bagi keluarga kurang mampu, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, menurut Edi Endi, pemerintah daerah juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk menyediakan pelatihan keterampilan dan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat. ***
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







