Ia menuturkan, sebagian kapal memang berhasil mendapat pasokan BBM, namun dengan harga yang dinilai tidak masuk akal. Kondisi tersebut menimbulkan dugaan adanya penimbunan BBM.
“Labuan Bajo disebut-sebut sebagai kota pariwisata premium. Tapi kalau kasus seperti ini tidak bisa diselesaikan, citra pariwisata Labuan Bajo akan rusak. Tamu datang jauh-jauh, tapi justru batal berlayar. Kami bingung harus memberi alasan apa kepada mereka,” tambahnya.
Richardus menilai kelangkaan BBM ini bukan hanya merugikan pelaku pariwisata, tetapi juga mencoreng wajah Labuan Bajo yang sedang gencar dipromosikan sebagai destinasi unggulan nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Baru kemarin kita merayakan kemerdekaan Indonesia, tapi hari ini seperti dijajah kembali oleh persoalan BBM. Kami sangat berharap pemerintah daerah segera bertindak agar kasus memalukan seperti ini tidak terulang,” pungkasnya. ***
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







