Mengejar Status Super Premium, Menata Ruang Flores yang Semrawut

- Redaksi

Kamis, 21 Agustus 2025 - 16:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang, Nazib Faizal,

Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang, Nazib Faizal,

INFOLABUANBAJO.ID – Pemerintah pusat mendorong percepatan penataan ruang terpadu di Pulau Flores. Musababnya, pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Premium Labuan Bajo dan sekitarnya terancam terhambat oleh belum rampungnya Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di tingkat kabupaten. Persoalan ini menjadi ganjalan bagi kepastian hukum investasi dan pemanfaatan ruang yang berkelanjutan.

Upaya menjembatani tantangan itu diwujudkan dalam Forum Koordinasi Tata Ruang Pulau Flores yang digelar di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Kamis, 21 Agustus 2025. Forum yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan ini bertujuan mengonsolidasikan kebijakan dan data dari kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah se-Flores.

Baca Juga:  Soal Proyek Jalan Golo Welu-Orong yang Dikorupsi, Kemana DPRD Manggarai Barat Kala Itu?

Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang, Nazib Faizal, mengatakan Flores memiliki nilai strategis dengan kekayaan alam dan budaya yang menjadi magnet pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, potensi pariwisata, pertanian, perikanan, hingga energi tersebar di seluruh kabupaten Flores. “Dalam RPJMN disebutkan potensi-potensi ini perlu kita konkretkan,” ujarnya saat membuka acara.

Nazib menegaskan, Labuan Bajo yang ditetapkan sebagai KSPN Super Premium melalui Perpres Nomor 32 Tahun 2018 menjadi episentrum pembangunan. Namun, kemajuan kawasan ini membutuhkan fondasi tata ruang yang terencana, legal, dan operasional. Tanpa itu, kata dia, pertumbuhan yang terjadi berisiko eksploitatif dan tidak berkeadilan bagi masyarakat lokal.

Penulis : Fons Abun

Editor : R. Nahal

Berita Terkait

Aksi Nyata Wabup Manggarai Barat Jemput Program Pertanian ke Pusat
Kadis P2KB Manggarai Barat Evaluasi Capaian Program Bangga Kencana 2025
Pol PP Manggarai Barat Gelar Sosialisasi dan Simulasi Penanggulangan Kebakaran, Pelaku Usaha Diingatkan Soal Standar Keamanan
Dinas P2KB dan Kemenag Manggarai Barat Bersinergi Tekan Stunting Lewat Pendampingan Calon Pengantin
Buntut Ucapan Lely Rotok: Warga di Taman Nasional Komodo Bongkar Bukti Pembayaran Pajak
Lely Rotok Luruskan Pernyataan Soal Warga TNK ‘Menumpang di Atas Tanah Negara’
Gegera Ucapannya, Kepala Bapenda Manggarai Barat Lely Rotok “Disemprot” Aktivis dan Warga: “Masyarakat Pulau Komodo Sudah Ada Sebelum Negara Ini Ada”
Leli Rotok Sebut Warga TNK Bukan Pemilik Lahan, Netizen: Edi Endi Harus Turun Tangan, Ucapan Seperti Ini Menyakitkan Hati Rakyat

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 13:02 WITA

Aksi Nyata Wabup Manggarai Barat Jemput Program Pertanian ke Pusat

Rabu, 10 Desember 2025 - 18:20 WITA

Kadis P2KB Manggarai Barat Evaluasi Capaian Program Bangga Kencana 2025

Selasa, 2 Desember 2025 - 13:18 WITA

Pol PP Manggarai Barat Gelar Sosialisasi dan Simulasi Penanggulangan Kebakaran, Pelaku Usaha Diingatkan Soal Standar Keamanan

Kamis, 23 Oktober 2025 - 11:33 WITA

Dinas P2KB dan Kemenag Manggarai Barat Bersinergi Tekan Stunting Lewat Pendampingan Calon Pengantin

Kamis, 16 Oktober 2025 - 17:31 WITA

Buntut Ucapan Lely Rotok: Warga di Taman Nasional Komodo Bongkar Bukti Pembayaran Pajak

Berita Terbaru

Pada Senin (14/4/2026), Weng bertemu dengan Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia (TMI), Don Muzakir, di Gedung Pusat TMI.

Pemerintah

Aksi Nyata Wabup Manggarai Barat Jemput Program Pertanian ke Pusat

Kamis, 16 Apr 2026 - 13:02 WITA