“Taman kota macam tempat pembuangan sampah. Toe tempat oke sampah so e lawa (ini bukan tempat pembuangan sampah). Ini namanya taman kota, tempat rekreasi, tempat nongkrong. Sudah makan, bungkusannya dibuang sebarang,” ucapnya dalam rekaman tersebut.
Kondisi memprihatinkan ini menimbulkan pertanyaan besar terkait kesadaran masyarakat akan kebersihan, serta efektivitas pengelolaan ruang publik di Labuan Bajo. Ironisnya, di tengah promosi besar-besaran sebagai destinasi wisata kelas dunia, wajah kota justru tercoreng oleh sampah di area publik yang seharusnya menjadi ikon keindahan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah daerah belum memberikan keterangan resmi terkait upaya penanganan masalah sampah di Taman Kota Labuan Bajo. ***
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







