Aksi Damai di Labuan Bajo: Rakyat Gugat Korupsi dan ‘Privatisasi’ Pulau Padar”

- Redaksi

Selasa, 2 September 2025 - 13:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana aksi massa di DPRD Manggarai Barat, Selasa 2 September 2025.

Suasana aksi massa di DPRD Manggarai Barat, Selasa 2 September 2025.

INFOLABUANBAJO.ID – Forum Masyarakat Peduli Demokrasi (FMPD) Manggarai Barat menggelar aksi damai pada Selasa, 2 September 2025, menyuarakan keprihatinan atas dugaan maladministrasi, korupsi, dan kebijakan yang dinilai tidak pro-rakyat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.

Aksi yang dimulai pukul 09.30 Wita dari Pasar Baru Labuan Bajo ini bergerak menuju Kantor Bupati Manggarai Barat. Bupati Edistasius Endi tampak langsung menemui massa aksi di depan pintu gerbang. Usai dari Kantor Bupati, massa melanjutkan aksinya ke Kantor DPRD Manggarai Barat, di mana seluruh anggota dewan juga terlihat menemui para demonstran untuk mendengarkan aspirasi mereka.

Dalam pernyataan resminya, FMPD menuntut pemerintah daerah dan pusat mengambil tindakan konkret terhadap berbagai persoalan. Mereka menyoroti akuntabilitas eksekutif, legislatif, dan yudikatif, menilai banyak kebijakan di Manggarai Barat tidak transparan, tidak responsif, dan tidak sesuai ketentuan perundang-undangan.

Koordinator aksi, Sergius Tri Deddy, berteriak lantang saat di Kantor DPRD, “DPRD ini bukan lagi rumah rakyat, tapi ladang mafia anggaran. Janji soal sempadan pantai? Bohong! Jangan tipu rakyat, negara ini tidak bisa dibangun di atas kebohongan.” Deddy menambahkan, “Kami tidak butuh wakil rakyat yang malas, kami butuh pemimpin yang pakai hati, bukan hanya logika.”

Selain mengkritisi kinerja DPRD, spanduk-spanduk penolakan juga membentang, menyoroti isu privatisasi Pulau Padar yang disebut-sebut diincar taipan besar, di antaranya Setya Novanto dan Tomi Winata, yang dituding menguasai ratusan hektare lahan. Rencana pembangunan 600 unit vila di Pulau Padar dianggap sebagai bencana besar bagi rakyat Manggarai Barat.

“Pulau Padar itu zona merah konservasi! UNESCO sudah tegaskan, wilayah Taman Nasional Komodo wajib dijaga. Kalau pemerintah masih memberi izin, artinya mereka lebih berpihak pada investor ketimbang rakyat sendiri,” tukas Pegiat Sosial Politik dan Lingkungan Hidup, Bernadus Barat Daya.

Baca Juga:  Krisis BBM di Manggarai: Warga Tercekik Harga Eceran, Distribusi Tersendat, Pemerintah Janji Perketat Pengawasan

Menanggapi aksi tersebut, Ketua DPRD Manggarai Barat, Benediktus Nurdin, menyampaikan terima kasih dan menyebut aksi itu “indah dan damai”. Ia berjanji akan mengoordinasikan aspirasi tersebut ke provinsi dan pusat. “Kami berterima kasih atas kritik masyarakat. Aspirasi ini akan kami koordinasikan dengan pemangku kepentingan di provinsi maupun pusat untuk mencari solusi,” ujarnya.

FMPD merinci empat belas poin tuntutan utama, antara lain:

Mendesak DPR RI untuk segera mengesahkan Undang-Undang Perampasan Aset.

Meminta DPR RI untuk membatalkan seluruh tunjangan.

Mendesak DPRD Kabupaten Manggarai Barat mengurangi kunjungan kerja, perjalanan dinas, serta tunjangan yang dianggap berlebihan.

Penulis : Fons Abun

Editor : F.A

Sumber Berita: infolabuanbajo.id

Berita Terkait

Di Kantor Polisi, Tua Gendang Pela Akui Kerahkan 141 Orang Bongkar dan Bakar Rumah Warga Wae Togo
Jalan Putus Total, Akses Golo Woi–Meda di Cibal Barat Dilaporkan Lumpuh Akibat Hujan Berhari-hari
Hari Kelima Pencarian, Nasib Korban Tenggelam di Tiwu Pa’i Masih Gelap
Api Mengamuk Siang Hari di Ruteng, Rumah Guru Ini Ludes Tinggal Puing
Transparansi Dipertanyakan, Polres Manggarai Barat Dinilai Buruk terhadap Keterbukaan Informasi Publik
Tulisan “Mai Go Ite” Dipertanyakan, Sejumlah Laporan Warga di Polres Manggarai Barat Tak Kunjung Tuntas
Dugaan Pemicu Kebakaran Dua Kios di Depan SMKN 1 Labuan Bajo
Meski Satu Korban Belum Ditemukan, Usaha Pencarian Korban Tenggelam Kapal KM Putri Sakinah Dihentikan

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:55 WITA

Di Kantor Polisi, Tua Gendang Pela Akui Kerahkan 141 Orang Bongkar dan Bakar Rumah Warga Wae Togo

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:56 WITA

Hari Kelima Pencarian, Nasib Korban Tenggelam di Tiwu Pa’i Masih Gelap

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:29 WITA

Api Mengamuk Siang Hari di Ruteng, Rumah Guru Ini Ludes Tinggal Puing

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:56 WITA

Transparansi Dipertanyakan, Polres Manggarai Barat Dinilai Buruk terhadap Keterbukaan Informasi Publik

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:31 WITA

Tulisan “Mai Go Ite” Dipertanyakan, Sejumlah Laporan Warga di Polres Manggarai Barat Tak Kunjung Tuntas

Berita Terbaru