Selain menyoroti soal rencana investasi di Pulau Padar, Forum Masyarakat Peduli Demokrasi (FMPD) yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Manggarai Barar juga menuding para anggota dewan jarang hadir dalam sidang sehingga dinilai tidak pantas menerima gaji yang bersumber dari rakyat.
Salah satu orator, Try Dedi, dengan suara lantang menyebut perilaku wakil rakyat di Manggarai Barat memalukan. Ia menegaskan bahwa gaji yang diterima anggota dewan berasal dari keringat masyarakat yang bekerja keras, bahkan hingga harus merantau ke luar daerah.
“Gaji kalian itu keringat, nyawa, dan darah rakyat yang berjuang di Manggarai Barat. Itu uang negara, dana DAU dan DAK, hasil kerja rakyat dari Sabang sampai Merauke,” teriak Try Dedi dalam orasinya, Senin (2/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menyinggung absensi anggota DPRD yang kerap menjadi sorotan media karena banyak kursi kosong saat sidang berlangsung. “Makan uang itu keringat rakyat, bentuk perjuangan rakyat. Malu, Pak, malu! Jangan bikin manipulasi absensi. Mau datang kantor saja malas, apalagi memikirkan rakyat,” tambahnya.
FMPD menilai, kondisi ini memperburuk kepercayaan publik terhadap wakil rakyat di daerah. Massa menegaskan akan terus mengawal kinerja DPRD Manggarai Barat agar tidak melupakan tanggung jawab mereka terhadap masyarakat.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







