Pulau Padar di Mata Matheus: Antara Konservasi dan Ancaman Vila Taipan

- Redaksi

Rabu, 3 September 2025 - 23:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Matheus Siagian saat berorasi di depan Kantor Bupati Manggarai Barat, Selasa 2 September 2025.

Matheus Siagian saat berorasi di depan Kantor Bupati Manggarai Barat, Selasa 2 September 2025.

Koordinator aksi, Sergius Tri Deddy, menyerukan kritik tajam terhadap kinerja DPRD Manggarai Barat yang dinilai tidak pro-rakyat. Ia bahkan menuding DPRD sebagai “ladang mafia anggaran” dan mempertanyakan janji-janji soal sempadan pantai. “Kami tidak butuh wakil rakyat yang malas, kami butuh pemimpin yang pakai hati, bukan hanya logika,” teriak Deddy.

Para Demonstran Bawa Banner: Koruptor Seperti Setya Novanto, Jauh-jauh Tanganmu dari Taman Nasional Komodo
Para Demonstran Bawa Banner: Koruptor Seperti Setya Novanto, Jauh-jauh Tanganmu dari Taman Nasional Komodo

Menanggapi gelombang aspirasi ini, Bupati Edistasius Endi menemui massa di depan pintu gerbang kantornya. Ia berjanji akan menindaklanjuti aspirasi yang menjadi kewenangan pemerintah daerah dan meneruskan tuntutan yang menjadi kewenangan provinsi dan pusat. “Hal-hal yang memberatkan rakyat kami pastikan akan dievaluasi,” kata Edi Endi. Ia juga mengapresiasi “kedewasaan” massa aksi dalam menyampaikan pendapat.

Baca Juga:  Video Momen Peserta Tour de EnTeTe 2025 Hampir Ditabrak Pick Up di Ruteng, Warga Teriak Histeris

Sementara itu, Ketua DPRD Manggarai Barat, Benediktus Nurdin, menyampaikan terima kasih atas kritik masyarakat. Ia berjanji akan mengoordinasikan aspirasi tersebut ke provinsi dan pusat untuk mencari solusi.

Namun, bagi Matheus, janji-janji tersebut belum cukup. Ia mengingat kembali insiden pembongkaran material pembangunan di Rinca yang berhasil digagalkan masyarakat. “Kalau Padar ngotot akan mau dibangun, kami kasih rusak, kami tidak terima,” ancam Matheus. “Masyarakat ini juga bisa berutal jika ngotot bangun di Padar.” Ia mendesak Kementerian terkait untuk segera mencabut izin investasi di Pulau Padar. “Tolong angkat kaki dari Taman Nasional Komodo. Sekarang juga,” pungkasnya.

Penulis : Fons Abun

Sumber Berita: infolabuanbajo.id

Berita Terkait

Dugaan Penipuan Koperasi Obor Mas Labuan Bajo: Diimingi Kredit Besar, Calon Nasabah Stor Uang hingga Ada yang Rugi Puluhan Juta Rupiah
PT Sentral Legal Dokumen Hadir di Labuan Bajo, Fokus Dampingi Pengurusan Sertifikat Tanah dan Izin Usaha
Dua Polisi Terluka Saat Amankan Demo di Kantor Gubernur NTT, Massa Lempar Batu hingga Petugas Dilarikan ke Rumah Sakit
Ney Asmon Gantikan Ardi Ojo Jadi Kadis Kesehatan, Bagung Jadi Staf Ahli, Ojo Kini Pimpin Disperindag Manggarai Barat
Data Terbaru MBG Bali Nusra: 3,2 Juta Penerima, Puluhan Ribu Tenaga Kerja Terlibat
Hak Jawab Polda NTT atas Pemberitaan Dugaan Kekerasan Wartawan di NTT
Dari Room Karaoke ke Peti Mati: Kisah Tragis Dua LC Asal Jawa di Labuan Bajo
Tangis Warga Pecah di Rana Mese, Siswa SD Tenggelam Belum Ditemukan

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:16 WITA

Dugaan Penipuan Koperasi Obor Mas Labuan Bajo: Diimingi Kredit Besar, Calon Nasabah Stor Uang hingga Ada yang Rugi Puluhan Juta Rupiah

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:54 WITA

PT Sentral Legal Dokumen Hadir di Labuan Bajo, Fokus Dampingi Pengurusan Sertifikat Tanah dan Izin Usaha

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:43 WITA

Dua Polisi Terluka Saat Amankan Demo di Kantor Gubernur NTT, Massa Lempar Batu hingga Petugas Dilarikan ke Rumah Sakit

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:34 WITA

Data Terbaru MBG Bali Nusra: 3,2 Juta Penerima, Puluhan Ribu Tenaga Kerja Terlibat

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:38 WITA

Hak Jawab Polda NTT atas Pemberitaan Dugaan Kekerasan Wartawan di NTT

Berita Terbaru