Koordinator aksi, Sergius Tri Deddy, menyerukan kritik tajam terhadap kinerja DPRD Manggarai Barat yang dinilai tidak pro-rakyat. Ia bahkan menuding DPRD sebagai “ladang mafia anggaran” dan mempertanyakan janji-janji soal sempadan pantai. “Kami tidak butuh wakil rakyat yang malas, kami butuh pemimpin yang pakai hati, bukan hanya logika,” teriak Deddy.

Menanggapi gelombang aspirasi ini, Bupati Edistasius Endi menemui massa di depan pintu gerbang kantornya. Ia berjanji akan menindaklanjuti aspirasi yang menjadi kewenangan pemerintah daerah dan meneruskan tuntutan yang menjadi kewenangan provinsi dan pusat. “Hal-hal yang memberatkan rakyat kami pastikan akan dievaluasi,” kata Edi Endi. Ia juga mengapresiasi “kedewasaan” massa aksi dalam menyampaikan pendapat.
Sementara itu, Ketua DPRD Manggarai Barat, Benediktus Nurdin, menyampaikan terima kasih atas kritik masyarakat. Ia berjanji akan mengoordinasikan aspirasi tersebut ke provinsi dan pusat untuk mencari solusi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, bagi Matheus, janji-janji tersebut belum cukup. Ia mengingat kembali insiden pembongkaran material pembangunan di Rinca yang berhasil digagalkan masyarakat. “Kalau Padar ngotot akan mau dibangun, kami kasih rusak, kami tidak terima,” ancam Matheus. “Masyarakat ini juga bisa berutal jika ngotot bangun di Padar.” Ia mendesak Kementerian terkait untuk segera mencabut izin investasi di Pulau Padar. “Tolong angkat kaki dari Taman Nasional Komodo. Sekarang juga,” pungkasnya.
Penulis : Fons Abun
Sumber Berita: infolabuanbajo.id
Halaman : 1 2






