Dalam pertengkaran itu, korban berteriak memanggil temannya. Panik mendengar teriakan itu, pelaku mencekik korban dengan kedua tangannya hingga korban lemas. Teman korban yang mendengar keributan kemudian menyuruh pelaku keluar dan langsung menutup pintu dari luar. Namun, pada Jumat (12/9/2025), pelaku kembali mendatangi indekos korban untuk memastikan kondisinya.
“Pelaku datang lagi ke kos korban untuk memastikan keadaan korban, melihat korban sudah tidak bergerak pelaku kemudian memindahkan posisi kepala korban dan menutupi korban dengan selimut,” jelas Rohmad. Hal ini dilakukan pelaku agar korban terlihat sedang tertidur. Setelah itu, pelaku pergi dan menutup pintu kamar kos korban.
Sabtu, 13 September 2025, sekitar pukul 00.15 WIB, pelaku berhasil diamankan oleh piket reskrim di rumahnya dan kasus ini kini ditangani Unit PPA Polres Metro Jakarta Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Luka Lebam dan Temuan Rekan Kos
Polisi juga menyebut korban mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh, yakni leher, wajah, dan tangan. Korban ditemukan tewas di kamar kosnya di kawasan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat malam, oleh teman kosnya.
Pemilik kos, Sarif Hidayat (50), menuturkan saat itu pintu kamar tidak dikunci. Ketika diketuk dan dicek, korban sudah tertutup selimut dan mengenakan daster. “Ketika pulang kerja, ini kondisi pintu tutup, terus digedor-gedor itu, ternyata terbuka (tidak dikunci), setelah dicek korban tertutup selimut dan menggunakan daster,” ujar Sarif.
Sarif menyebut, ujung kaki korban sudah membiru saat ditemukan. Ia segera melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT setempat. “Saya ketika lihat ujung kaki ini ada pada bingung semua, saya langsung upload ke Pak RT untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.
Sarif menambahkan, korban adalah perantau asal Kabupaten Manggarai, NTT, yang telah tinggal di indekos tersebut sejak 2023. “Tapi dikenal sopan, kerja di mal kawasan Cijantung, tapi saya tidak tahu di toko mana. Kalau pacarnya saya tidak kenal,” tuturnya.
Halaman : 1 2







