Kecurigaan warga semakin kuat setelah beredar pesan WhatsApp RT kepada keluarganya pada 4 September 2025. Dalam pesan itu, ia menyebut hendak menyusul suaminya ke Papua. Namun, jenazahnya justru ditemukan di wilayah Satarmese, jauh dari tujuan yang ia sebutkan.
“Dia bilang mau ke Papua, tapi mayatnya ditemukan di Satarmese. Untuk apa dia ke sana, atau mungkin sengaja dibuang di sana,” ujar warga dengan nada curiga.
Hal lain yang memperkuat dugaan adanya unsur lain adalah tidak ditemukannya telepon genggam korban di lokasi penemuan. Padahal, ponsel tersebut diyakini menyimpan percakapan penting yang dapat membuka tabir kasus ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Aneh, HP-nya hilang. Jangan-jangan sengaja diambil agar isi chat tidak terbongkar,” kata warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih menunggu kedatangan suami korban dari Papua untuk membuat laporan resmi ke Polres Manggarai agar kasus tersebut segera ditindaklanjuti. ***
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







