Benturan keras membuat Costantinus mengalami pendarahan hebat di hidung dan meninggal dunia saat hendak dibawa ke RSUD Tabanan.
Sementara dua rekannya, Regi dan Riski, mengalami luka-luka dan kini mendapat perawatan medis di rumah sakit.
Polisi memastikan bahwa kecelakaan tersebut murni akibat kelalaian pengendara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kecelakaan ini terjadi karena pengendara mengemudi dalam keadaan mabuk di malam hari, sehingga kehilangan kendali dan akhirnya mengalami kecelakaan tunggal,” tegas Iptu Berata.
Kabar meninggalnya Costantinus Andhi Putra, pemuda asal Flores yang dikenal ramah di lingkungan perantauannya di Bali, menyisakan duka mendalam bagi rekan-rekannya sesama warga NTT di Tabanan. Banyak dari mereka mengaku tak menyangka pertemuan terakhir pada akhir pekan itu menjadi yang terakhir kalinya. ***
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2






