Respons Pemerintah terhadap Dinamika Ekonomi Global
Dalam rapat tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian memaparkan sejumlah tantangan eksternal yang sedang dihadapi Indonesia, termasuk fluktuasi harga komoditas global, gejolak nilai tukar mata uang utama dunia, serta penurunan permintaan ekspor di beberapa sektor industri.
Menanggapi hal itu, Presiden Prabowo meminta agar stabilisasi harga pangan dan energi menjadi perhatian serius pemerintah. Ia juga menekankan pentingnya menjaga cadangan devisa, memperkuat ketahanan fiskal, dan memastikan investasi strategis tetap berjalan sesuai rencana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita tidak boleh bergantung pada situasi eksternal. Pemerintah harus memperkuat basis ekonomi domestik agar Indonesia tetap tangguh menghadapi tekanan global,” ujar Presiden.
Penguatan Koperasi Sebagai Pilar Ekonomi Nasional
Rapat juga menyoroti peran strategis koperasi dalam menopang ketahanan ekonomi nasional. Presiden menilai bahwa koperasi bukan hanya wadah ekonomi rakyat, tetapi juga instrumen sosial yang mampu memperkuat solidaritas dan kemandirian masyarakat.
Ia meminta Kementerian Koperasi dan UKM untuk memperluas program pendampingan serta memperkuat sistem pembiayaan mikro agar lebih inklusif. Selain itu, pemerintah akan mempercepat integrasi data koperasi nasional untuk memastikan kebijakan berbasis data yang akurat dan tepat sasaran.
“Koperasi adalah fondasi ekonomi rakyat. Jika koperasi kuat, maka ekonomi nasional juga kuat,” tutur Prabowo menutup arahannya.
Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap seluruh program prioritas nasional dapat terus berjalan optimal, memberikan manfaat konkret bagi masyarakat, dan memperkuat posisi Indonesia di tengah ketidakpastian global. ***
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







