Korban Perusakan Rumah di Lembor Selatan Desak Polres Manggarai Barat Segera Tangkap Para Pelaku

- Redaksi

Jumat, 28 November 2025 - 23:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban Perusakan Rumah di Lembor Selatan Desak Polres Manggarai Barat Segera Tangkap Para Pelaku (Foto: Info Labuan Bajo/Reims Nahal)

Korban Perusakan Rumah di Lembor Selatan Desak Polres Manggarai Barat Segera Tangkap Para Pelaku (Foto: Info Labuan Bajo/Reims Nahal)

INFOLABUANBAJO.ID  Tiga keluarga korban perusakan rumah di Kampung Wae Togo, Lembor Selatan, mendesak Polres Manggarai Barat bergerak cepat menangkap seluruh pelaku yang mereka nilai masih bebas berkeliaran.

Peritiwa ini terjadi setelah sekelompok massa merusak dan membakar bangunan milik mereka pada Sabtu, 15 November 2025. Para korban kini

Kini, puing-puing kayu hangus dan reruntuhan beton menjadi pemandangan sehari-hari di lokasi kejadian. Bagi Pius Hadun, 71 tahun, petani yang rumahnya rata dengan tanah, peristiwa itu merupakan “kejadian tragis yang akan dikenang seumur hidup.” Ia menjadi orang pertama yang melapor ke Polres Manggarai Barat dengan nomor LP/B/187/XI/2025/SPKT/POLRES MANGGARAI BARAT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mereka datang ramai-ramai, kami hanya bisa lari menyelamatkan diri,” kata Pius, Jumat, 28 November 2025. Ia menyebut sekitar 30 orang diduga berasal dari Kampung Pela menyerbu Jl. Watu Waja sambil membawa alat tajam. Rumah Pius yang sedang dibangun luluh lantak. Kayu bangunan tempat ia menyimpan uang Rp16 juta ikut terbakar. Total kerugian mencapai Rp75 juta.

Baca Juga:  Polisi Diminta Segera Usut Dugaan Penyelewengan Dana Banpol Partai NasDem Manggarai Barat

“Jangan Biarkan Mereka Bebas Berkeliaran”

Keluarga besar Pius menegaskan tuntutan utama mereka: polisi harus segera menangkap para pelaku. Yulius Hadun, putra Pius, mengatakan keluarga hidup dalam ketakutan sejak kejadian.

“Kami tidak tidur dengan tenang. Bapak trauma, kami semua trauma. Polisi jangan biarkan pelaku bebas berkeliaran. Kalau dibiarkan, kami takut mereka kembali,” ujarnya.

Yulius menambahkan keluarga berharap penyidik datang langsung ke lokasi dan mengamankan mereka yang disebut berada di tempat saat kejadian. “Rumah itu bukan sekadar bangunan. Itu harapan keluarga. Kami ingin proses hukum berjalan seadil-adilnya.”

Selain rumah Pius, rumah milik Raimundus, 72 tahun, ikut rusak pada rangka dan dinding, dengan kerugian sekitar Rp60 juta. Rumah Ignasius Rangsung, 55 tahun, juga mengalami kerusakan pada dinding depan dan teras dengan nilai kerugian sekitar Rp30 juta. Ignasius mengaku keluarganya masih syok dan tidak berani bermalam di rumah.

Baca Juga:  Dicari Untuk Lanjutkan Tugas, Oknum Polisi di NTT Kepergok Sedang Satu Ranjang dengan Polwan Cantik di Hotel

“Kami takut mereka datang lagi. Sampai sekarang anak-anak tidak berani pulang,” katanya.

Dalam laporan polisi, Raimundus Labut disebut sebagai salah satu pihak yang berada di lokasi bersama massa. Keluarga menyerahkan proses pembuktian kepada penyidik.

Polisi Mulai Selidiki Kasus

Surat Tanda Terima Laporan Pius ditandatangani Aipda Valentinus K. Suban mewakili Ka SPKT Polres Manggarai Barat. Polisi menyatakan penyelidikan telah dimulai dan pemeriksaan saksi-saksi akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Kami berharap polisi bekerja transparan. Sudah cukup ketakutan dan kerugian yang kami alami,” kata seorang cucu Pius.

Hingga berita ini diturunkan, Polres Manggarai Barat belum menyampaikan keterangan resmi terkait proses penanganan kasus. Pihak terlapor maupun pemerintah kecamatan juga belum memberikan pernyataan.

Di tengah ketidakpastian itu, keluarga korban menaruh seluruh harapan pada aparat penegak hukum agar jejak para pelaku tidak hilang dan peristiwa ini tidak berakhir tanpa kepastian.

“Yang kami minta hanya satu: keadilan,” ujar Pius.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Akademisi Desak BPN Manggarai Barat Kembalikan Tanah Muchtar Djafar Adam
Bupati Manggarai, Hery Nabit Disebut Ketar-ketir
13 Wanita PSK Open BO Diamankan di NTT, 6 Positif Sifilis dan 1 Terinfeksi HIV: Ada Pelajar SMA dan yang Hamil
Paman di Manggarai Barat Resmi Jadi Tersangka Persetubuhan dengan Keponakan di Bawah Umur
Dugaan Jual Beli Proyek Libatkan Politikus NasDem Manggarai Barat: Untuk Kepentingan Pilkada
Warga di Manggarai Barat Laporkan Kades Ke Kejaksaan Atas Dugaan Korupsi Dana Desa Miliaran Rupiah
Membingungkan, JPIC-SVD Ruteng Dukung Penegak Hukum atau Mafia Tanah?
Polisi Mulai Selidiki Dugaan Korupsi Dana Banpol NasDem di Manggarai Barat

Berita Terkait

Jumat, 28 November 2025 - 23:47 WITA

Korban Perusakan Rumah di Lembor Selatan Desak Polres Manggarai Barat Segera Tangkap Para Pelaku

Senin, 24 November 2025 - 19:44 WITA

Akademisi Desak BPN Manggarai Barat Kembalikan Tanah Muchtar Djafar Adam

Senin, 24 November 2025 - 17:45 WITA

Bupati Manggarai, Hery Nabit Disebut Ketar-ketir

Jumat, 21 November 2025 - 18:15 WITA

13 Wanita PSK Open BO Diamankan di NTT, 6 Positif Sifilis dan 1 Terinfeksi HIV: Ada Pelajar SMA dan yang Hamil

Kamis, 20 November 2025 - 20:25 WITA

Paman di Manggarai Barat Resmi Jadi Tersangka Persetubuhan dengan Keponakan di Bawah Umur

Berita Terbaru