Akibat pengeroyokan tersebut, ia terjatuh dan dinding rumah dinas sekolah tempat ia tinggal ikut pecah. Istrinya berteriak meminta tolong hingga warga setempat datang melerai.
Mediasi Gagal
Setelah insiden itu, warga membawa kedua pihak ke rumah ketua RT untuk dimediasi. Dalam pertemuan tersebut, anak yang ditegur memastikan bahwa Silvester tidak memukulnya.
Mendengar keterangan itu, para pelaku kemudian meminta agar persoalan diselesaikan secara adat melalui “lesang agu kope”. Mereka menyerahkan satu bungkus rokok dan uang Rp100.000 sebagai bentuk perdamaian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun korban SB menolak. “Pak Dameanus sebagai juru bicara mengatakan bahwa mereka keliru dan salah. Tapi kami tidak mau menerima mediasi ini,” ujarnya.
Lapor Polisi
Tak menemukan titik temu, korban SB dan keluarga melaporkan kasus pengeroyokan itu ke Polsek Lembor sekitar pukul 23.00 WITA.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait proses penanganan laporan tersebut.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2






