INFOLABUANBAJO.ID — Durian dikenal sebagai “raja buah” karena rasanya yang khas dan kandungan nutrisinya yang tinggi. Buah tropis ini mengandung karbohidrat, lemak sehat, serat, vitamin C, vitamin B, serta mineral seperti kalium. Namun di balik manfaatnya, konsumsi durian secara berlebihan dapat menimbulkan efek samping, terutama bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
Menurut pedoman kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), makanan tinggi gula dan kalori perlu dibatasi pada individu dengan penyakit metabolik. Durian termasuk buah dengan kandungan gula dan kalori yang relatif tinggi. Dalam 100 gram durian, terdapat sekitar 150–180 kalori dan kadar gula alami yang cukup signifikan.
Penderita diabetes merupakan kelompok yang perlu sangat berhati-hati. Kandungan gula tinggi dalam durian dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara cepat. Jika tidak terkontrol, kondisi ini berisiko memperburuk diabetes dan memicu komplikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penderita hipertensi dan penyakit jantung juga disarankan membatasi konsumsi durian. Buah ini dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah pada sebagian orang, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Sensasi panas dan jantung berdebar yang sering dirasakan setelah makan durian merupakan tanda tubuh bekerja lebih keras dalam metabolisme.
Selain itu, penderita penyakit ginjal perlu waspada karena durian mengandung kalium yang cukup tinggi. Kelebihan kalium dapat membebani fungsi ginjal dan berisiko menyebabkan gangguan keseimbangan elektrolit.
Durian juga dapat memperparah gangguan pencernaan, seperti maag atau GERD. Kandungan lemak dan sifat “panas” durian dapat memicu perut kembung, mual, dan rasa tidak nyaman pada lambung sensitif.
Bagi orang dengan obesitas atau yang sedang menjalani program penurunan berat badan, konsumsi durian sebaiknya dibatasi. Tingginya kalori dapat mempercepat penambahan berat badan jika tidak diimbangi aktivitas fisik.
Meski demikian, durian tetap aman dikonsumsi oleh orang sehat jika dalam jumlah wajar. Kunci utamanya adalah moderasi. Mengonsumsi 1–2 potong durian sesekali umumnya tidak berbahaya bagi tubuh sehat.
Kesimpulannya, durian bukanlah buah yang harus dihindari sepenuhnya, tetapi perlu dikonsumsi secara bijak. Penderita diabetes, hipertensi, penyakit jantung, gangguan ginjal, dan masalah lambung sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi durian, guna mencegah risiko kesehatan yang tidak diinginkan.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi






