Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia, Jejak Jenderal yang Mengawal Era Orde Baru

- Redaksi

Senin, 2 Maret 2026 - 10:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia, Jejak Jenderal yang Mengawal Era Orde Baru

Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia, Jejak Jenderal yang Mengawal Era Orde Baru

INFOLABUANBAJO.ID — Indonesia kehilangan salah satu tokoh militer dan politik penting era Orde Baru. Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, meninggal dunia pada Senin, 2 Maret 2026, pukul 06.58 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. Ia wafat dalam usia 90 tahun setelah menjalani perawatan medis.

Kabar duka tersebut dikonfirmasi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha. Jenazah almarhum dimandikan di RSPAD sebelum dibawa ke rumah duka di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Hingga berita ini ditulis, pihak keluarga belum menyampaikan secara resmi penyebab wafatnya maupun lokasi pemakaman.

Kepergian Try Sutrisno menandai berakhirnya kehidupan seorang prajurit yang meniti karier panjang sejak masa awal republik hingga menjadi salah satu figur sentral dalam struktur kekuasaan Orde Baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari Prajurit Muda hingga Pucuk Pimpinan Militer

Try Sutrisno lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 November 1935. Ia tumbuh dalam masa penuh gejolak, ketika Indonesia baru saja merdeka dan menghadapi berbagai konflik internal maupun eksternal. Pilihan hidupnya jatuh pada dunia militer, yang pada masa itu menjadi salah satu pilar utama negara.

Baca Juga:  Mabuk Miras, Polisi di Labuan Bajo Hajar Orang di Jalan Usai Pulang dari Tempat Hiburan Malam

Karier militernya dimulai dari jenjang bawah. Ia dikenal sebagai prajurit lapangan yang memiliki kedisiplinan tinggi dan loyalitas kuat terhadap institusi. Namanya mulai dikenal luas ketika dipercaya memegang berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Panglima Kodam dan kemudian menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat.

Puncak karier militernya terjadi ketika ia diangkat menjadi Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) pada 1988. Posisi ini menjadikannya orang nomor satu di tubuh militer Indonesia. Pada masa itu, ABRI bukan hanya institusi pertahanan, tetapi juga aktor politik penting melalui konsep dwifungsi ABRI, yang memberi militer peran dalam pemerintahan dan kehidupan sipil.

Baca Juga:  Pemerintah Diminta Segera Turun Tangan Atasi Konflik Tanah Ulayat Antara Gendang Rempo dengan Gendang Manga di Kecamatan Lembor

Sebagai Panglima ABRI, Try Sutrisno berada di pusat kekuasaan negara, bekerja erat dengan Presiden Soeharto. Ia menjadi bagian dari struktur kepemimpinan yang menjaga stabilitas politik sekaligus menopang keberlangsungan rezim Orde Baru.

Wakil Presiden di Masa Transisi Politik

Pada 1993, Try Sutrisno mencapai puncak karier politiknya ketika dipilih sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia untuk periode 1993–1998, mendampingi Presiden Soeharto. Penunjukan ini mencerminkan kuatnya posisi militer dalam sistem kekuasaan Orde Baru.

Sebagai wakil presiden, perannya tidak selalu berada di garis depan politik publik. Namun, ia tetap menjadi bagian penting dalam pemerintahan, terutama dalam menjaga stabilitas nasional dan mendukung agenda pembangunan.

Masa jabatannya berakhir bersamaan dengan runtuhnya Orde Baru pada 1998, ketika krisis ekonomi dan gelombang reformasi memaksa Soeharto mengundurkan diri. Peristiwa itu menjadi titik balik besar dalam sejarah Indonesia, sekaligus menandai berakhirnya era dominasi militer dalam politik nasional.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Heboh Oknum Guru Diduga Caci Maki di Medsos, Warga Surati Bupati Manggarai Hery Nabit
BREAKING NEWS: Guru SD di Ruteng Berinisial EH Diperiksa Polres Manggarai Barat Terkait Kasus Ini
VIRAL! Diduga Guru PNS di Ruteng Tulis Komentar Pedas Saat Keluarga Berduka, Netizen: Tak Punya Empati!
Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo
Kronologi Kematian Anggota Polisi di Manggarai Timur, Diduga Akhiri H!dup karena Ini
Soal Pengusaha Penggilingan Padi di Lembor Ditemukan Tewas, Begini Penjelasan Warga
Warga Lembor Ditemukan Meninggal di Persawahan Wae Bangka, Polisi Masih Olah TKP
Seorang Anggota Polisi Ditemukan Meninggal di Manggarai Timur, Begini Penjelasan Singkat Kapolres

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 10:34 WITA

Heboh Oknum Guru Diduga Caci Maki di Medsos, Warga Surati Bupati Manggarai Hery Nabit

Senin, 20 April 2026 - 10:58 WITA

BREAKING NEWS: Guru SD di Ruteng Berinisial EH Diperiksa Polres Manggarai Barat Terkait Kasus Ini

Jumat, 17 April 2026 - 22:15 WITA

VIRAL! Diduga Guru PNS di Ruteng Tulis Komentar Pedas Saat Keluarga Berduka, Netizen: Tak Punya Empati!

Kamis, 16 April 2026 - 23:16 WITA

Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo

Kamis, 16 April 2026 - 13:48 WITA

Kronologi Kematian Anggota Polisi di Manggarai Timur, Diduga Akhiri H!dup karena Ini

Berita Terbaru

Hati-hati! Memviralkan Orang Berutang Bisa Dipidana, Ini Ancaman Hukumnya (Gambar Istimewa)

Hukum & Kriminal

Hati-hati! Memviralkan Orang Berutang Bisa Dipidana, Ini Ancaman Hukumnya

Senin, 20 Apr 2026 - 18:35 WITA