Viral Keluhan Eks Karyawan Warung di Labuan Bajo, Sebut Gaji Minim dan Tak Ada Libur, Pemilik Usaha Beri Klarifikasi

- Redaksi

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral Keluhan Eks Karyawan Warung di Labuan Bajo, Sebut Gaji Minim dan Tak Ada Libur, Pemilik Usaha Beri Klarifikasi. (Gambar Ilustrasi)

Viral Keluhan Eks Karyawan Warung di Labuan Bajo, Sebut Gaji Minim dan Tak Ada Libur, Pemilik Usaha Beri Klarifikasi. (Gambar Ilustrasi)

INFOLABUANBAJO.ID — Sebuah unggahan di media sosial yang berisi keluhan mantan pekerja sebuah warung kuliner di Labuan Bajo memicu perbincangan di kalangan warganet. Unggahan itu diposting oleh akun Facebook bernama Ory Glory di salah satu grup komunitas lokal Labuan Bajo.

Dalam tulisannya, Ory Glory mengaku ingin memperingatkan para pencari kerja agar berhati-hati sebelum menerima pekerjaan di sebuah usaha kuliner yang disebut berada di sekitar kawasan dekat Toko Seragam Jaya dan di depan Rumah Sakit Siloam, Labuan Bajo.

Keluhan tersebut memuat serangkaian tudingan mengenai kondisi kerja yang disebut tidak manusiawi, mulai dari upah rendah, aturan kerja yang berubah-ubah, hingga pemutusan kerja yang dianggap sepihak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upah Disebut di Bawah Standar

Kepada Info Labuan Bajo, Selasa malam, 10 Maret 2026, Glori—sapaan Ory Glory—mengatakan dirinya mulai bekerja di warung tersebut setelah mendapat informasi dari temannya bahwa usaha itu sedang mencari karyawan untuk menjaga lapak penjualan takjil di area Waterfront Marina Labuan Bajo.

Baca Juga:  Ramai Disorot Razia Sopi, Polda NTT Klarifikasi Isu "Miras Ilegal", Sebut Itu Hoaks

Ia mengaku ditawari gaji Rp1.200.000 per bulan tanpa hari libur.

“Waktu itu saya tidak ada pekerjaan, jadi saya terima saja daripada duduk di rumah,” kata Glori.

Namun, menurutnya, kondisi kerja yang ia temui tidak sesuai dengan harapan. Ia menyebut aturan kerja kerap berubah dan sejumlah pekerja diberhentikan tanpa penjelasan yang jelas.

“Dia main pecat orang tanpa alasan. Aturan kerja juga berubah-ubah setiap hari,” tulis Glori dalam unggahannya di Facebook.

Ia juga menyoroti potongan gaji bagi pekerja yang sakit. Menurut pengakuannya, karyawan yang tidak masuk kerja karena sakit dikenakan potongan Rp50 ribu per hari.

Salah satu rekannya, kata dia, bahkan hanya menerima gaji sekitar Rp900 ribu setelah bekerja satu bulan, karena dua hari tidak masuk akibat sakit.

Pekerja Diminta Tetap Bekerja Saat Sakit

Glori juga mengungkapkan pengalaman rekannya yang menurutnya diperlakukan tidak layak oleh pemilik usaha.

Ia menuturkan seorang karyawan yang baru keluar dari rumah sakit diminta kembali bekerja keesokan harinya, bahkan disuruh mengangkat tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram untuk keperluan dapur.

Baca Juga:  Dari Harapan Jadi Krisis: Proyek Air PLN Peduli di Golo Mori Diduga Terhenti di Tengah Jalan

“Bayangkan, baru satu hari keluar dari rumah sakit sudah disuruh kerja lagi dan angkat gas 12 kilogram,” ujarnya.

Selain itu, ia menyoroti soal fasilitas makan karyawan yang menurutnya tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

Dalam perjanjian kerja, kata dia, pekerja dijanjikan makan dua kali sehari, yakni makan pagi dan makan siang. Namun dalam praktiknya, makan pertama baru diberikan sekitar pukul 11.00 siang.

“Setelah kami kerja baru kami makan. Makan siang baru sekitar jam setengah tiga sore,” kata Glori.

Ia juga mengklaim ada pekerja baru yang hanya ditawari gaji Rp500 ribu per bulan selama tiga bulan pertama masa kerja.

Menurut Glori, kondisi tersebut membuat dirinya dan rekan-rekannya merasa tidak adil.

“Kita kerja bukan untuk dijajah oleh orang yang punya uang,” tulisnya.

Pemilik Warung Membantah

Pemilik warung yang disebut bernama Ario membantah sebagian besar tudingan tersebut.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Kemiskinan Ekstrem di Manggarai Timur: Wanita Ini Lumpuh dan Tinggal di Kandang Selama 10 Tahun, Kini Butuh Bantuan Kita
Klarifikasi Emiliana Helni Lewat Kuasa Hukum, Bantah Tuduhan Bunga Tinggi, Berikut Penjelasannya
AWSTAR Bantah Keras Isu Penganiayaan Driver Grab di Labuan Bajo, Sebut Hanya Salah Paham Zonasi
Soal Suruh Jual Diri dan Jual Anak untuk Bayar Utang, Begini Jawaban ASN di Labuan Bajo yang Diduga Pemilik Voice Note Viral
Heboh Oknum Guru Diduga Caci Maki di Medsos, Warga Surati Bupati Manggarai Hery Nabit
BREAKING NEWS: Guru SD di Ruteng Berinisial EH Diperiksa Polres Manggarai Barat Terkait Kasus Ini
VIRAL! Diduga Guru PNS di Ruteng Tulis Komentar Pedas Saat Keluarga Berduka, Netizen: Tak Punya Empati!
Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 10:17 WITA

Kemiskinan Ekstrem di Manggarai Timur: Wanita Ini Lumpuh dan Tinggal di Kandang Selama 10 Tahun, Kini Butuh Bantuan Kita

Jumat, 24 April 2026 - 11:33 WITA

Klarifikasi Emiliana Helni Lewat Kuasa Hukum, Bantah Tuduhan Bunga Tinggi, Berikut Penjelasannya

Rabu, 22 April 2026 - 20:13 WITA

AWSTAR Bantah Keras Isu Penganiayaan Driver Grab di Labuan Bajo, Sebut Hanya Salah Paham Zonasi

Rabu, 22 April 2026 - 00:24 WITA

Soal Suruh Jual Diri dan Jual Anak untuk Bayar Utang, Begini Jawaban ASN di Labuan Bajo yang Diduga Pemilik Voice Note Viral

Selasa, 21 April 2026 - 10:34 WITA

Heboh Oknum Guru Diduga Caci Maki di Medsos, Warga Surati Bupati Manggarai Hery Nabit

Berita Terbaru

Ketryn Peto Menikah di Ruteng, Ruben Onsu Dampingi Betrand Peto

ARTIKEL

Ketryn Peto Menikah di Ruteng, Ruben Onsu Dampingi Betrand Peto

Selasa, 28 Apr 2026 - 19:34 WITA