Saat dikonfirmasi Info Labuan Bajo, Ario mengatakan bahwa karyawan yang membuat unggahan tersebut belum genap satu bulan bekerja di tempatnya.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada pertengkaran sebelum karyawan tersebut berhenti bekerja.
Menurut Ario, persoalan bermula pada Selasa pagi, 10 Maret 2026, saat hujan lebat membuat aktivitas rumah tangga di tempat usahanya sedikit terganggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengaku terlambat bangun dan mendapati peralatan dapur menumpuk belum dicuci.
“Waktu istri saya bangun, lihat prabot menumpuk tidak dicuci. Akhirnya dia yang cuci sendiri,” kata Ario.
Menurutnya, para karyawan hanya melihat tanpa membantu.
“Namanya kerja di rumah tangga, apalagi perempuan, harus ada rasa tanggung jawab,” ujarnya.
Ario mengatakan satu karyawan diberhentikan, sementara Glori memilih mengundurkan diri.
“Tadi sama-sama keluar,” katanya.
Skema Gaji Disebut Sistem Tabungan
Terkait besaran upah, Ario menjelaskan bahwa tempat usahanya menerapkan sistem penahanan sebagian gaji sebagai tabungan bagi karyawan.
Ia menyebut gaji karyawan yang bekerja malam hari sebenarnya sebesar Rp1.500.000 per bulan. Namun sebagian gaji itu ditahan sebesar Rp500 ribu setiap bulan dan diberikan kembali setiap tiga bulan.
Menurut Ario, sistem itu diterapkan agar karyawan memiliki tabungan dan tidak cepat meninggalkan pekerjaan.
“Kami punya trik sendiri supaya karyawan betah,” ujarnya.
Ia juga mengatakan karyawan diberi pilihan untuk tinggal di tempat kerja atau tinggal di luar.
Potensi Persoalan Ketenagakerjaan
Glori mengatakan dirinya berencana melaporkan persoalan tersebut ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Manggarai Barat jika diperlukan.
Ia berharap pengalaman yang ia bagikan dapat menjadi peringatan bagi para pencari kerja di Labuan Bajo.
“Kepada pencari kerja, supaya lebih hati-hati sebelum menerima pekerjaan,” katanya.
Ia juga meminta para pelaku usaha memperlakukan karyawan secara adil dan memberikan upah sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Kasus ini kembali membuka diskusi tentang kondisi kerja di sektor usaha kecil di kawasan pariwisata Labuan Bajo, yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir namun sering kali luput dari pengawasan ketenagakerjaan.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







