Polisi mengungkapkan bahwa hubungan rumah tangga keduanya memang kerap diwarnai konflik. Korban bahkan beberapa kali meminta berpisah dari pelaku. Namun, tersangka selalu menolak permintaan cerai tersebut.
Penemuan jasad korban bermula ketika anak korban datang berkunjung ke rumah tersebut. Saat itu mereka berniat membersihkan rumah menjelang perayaan Idul Fitri karena rumah tersebut sudah lama tidak ditempati.
Ketua RT setempat, Sagian, mengatakan anak korban awalnya melihat bagian kaki yang tampak memar dari balik tumpukan barang di dalam kamar. Menyadari ada hal yang tidak beres, mereka segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Sagian, tubuh korban tertutup beberapa lapisan barang di dalam kamar. Ia juga mendengar informasi bahwa ada bubuk kopi yang ditaburkan di sekitar lokasi jasad, meski ia tidak menyaksikan langsung hal tersebut.
Meski rumah korban berada dekat dengan tempat tinggalnya, Sagian mengaku tidak pernah mencium bau menyengat dari dalam rumah tersebut.
“Istri saya sering memberi makan kucing di sekitar sini, tapi tidak pernah mencium bau apa pun. Beberapa waktu lalu kami juga sempat bersih-bersih di sekitar sini dan tidak ada bau mencurigakan,” jelasnya.
Ia juga mengaku sudah cukup lama tidak melihat korban. Terakhir kali ia bertemu dengan korban sekitar September 2025. Saat itu korban masih tinggal bersama suami ketiganya, namun belakangan diketahui korban tinggal seorang diri.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







