Aktivis Manggarai Barat Gelar Aksi Tunggal, Kritik Pedagang Liar yang Intimidasi Juru Parkir di Pasar Batu Cermin

- Redaksi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis Manggarai Barat Gelar Aksi Tunggal, Kritik Pedagang Liar hingga Intimidasi Juru Parkir di Pasar Batu Cermin

Aktivis Manggarai Barat Gelar Aksi Tunggal, Kritik Pedagang Liar hingga Intimidasi Juru Parkir di Pasar Batu Cermin

Gabriel menilai keberadaan pedagang liar menjadi salah satu penyebab utama kesemrawutan di sekitar pasar.

“Kalau dilihat, ini tidak sampai 500 meter. Ulah dari pedagang yang saya selalu sebut pedagang liar,” ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah telah beberapa kali mengundang para pedagang tersebut untuk berdialog dan menawarkan tempat berjualan di dalam pasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pedagang-pedagang ini maunya gratis. Parkir gratis, tempat juga gratis,” kata Gabriel.

Padahal, menurut dia, pemerintah telah memberikan sejumlah kelonggaran. Bersama Satpol PP dan Dinas Perhubungan, pihaknya bahkan sempat menyepakati agar pedagang tidak dikenakan retribusi tertentu.

“Kami sudah sepakat untuk tidak dikenakan retribusi sampah maupun parkir. Tapi begitu ada patroli atau pengawasan dari dinas, mereka semua lari. Begitu petugas pulang, mereka masuk lagi,” katanya.

Baca Juga:  Geger! Israel Perintahkan Pengusiran Massal Warga Palestina dari Jalur Gaza

Pemerintah, kata Gabriel, juga telah menyiapkan lokasi alternatif bagi para pedagang di dalam pasar, baik di Pasar Batu Cermin maupun di pasar Baru yang berada di Wae Mata, Desa Gorontalo.

Namun sebagian pedagang tetap memilih berjualan di bahu jalan karena dinilai lebih strategis.

Terkait dugaan tindakan anarkis terhadap juru parkir, Gabriel mengatakan pihaknya sedang mengumpulkan informasi lebih lanjut.

“Saya sudah bertemu dengan teman-teman juru parkir untuk mendapatkan videonya dan mengetahui siapa pelakunya. Nanti akan kami panggil untuk dilakukan pembinaan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak membatasi siapa pun yang ingin berdagang di Manggarai Barat, selama mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

“Pada prinsipnya semua pedagang yang mau berjualan di Manggarai Barat, selama tempat memungkinkan, tidak kita batasi. Tapi kalau sudah diberikan akses di dalam pasar, harus diikuti,” katanya.

Baca Juga:  Kehangatan di Etape: Seorang Bapak Suguhkan Kopi di Lintasan Ruteng–Labuan Bajo Saat Tour de EnTeTe 2025

Menurut Gabriel, penggunaan bahu jalan sebagai tempat berjualan bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik dengan petugas di lapangan.

Karena itu, ia mengimbau para pedagang untuk berkoordinasi dengan dinas terkait.

“Saya menghimbau kepada pedagang yang menggunakan bahu jalan untuk berkoordinasi dengan Dinas Perindagkop sebagai pengelola pasar. Kami pasti siapkan tempat baik di sini maupun di pasar baru,” katanya.

Aksi tunggal Ricky Morgan mungkin berlangsung singkat, namun peristiwa itu membuka kembali perbincangan lama tentang tata kelola ruang publik di Labuan Bajo.

Di kota yang tengah berkembang pesat sebagai destinasi wisata internasional, pasar tradisional tetap menjadi ruang pertemuan berbagai kepentingan—antara ekonomi rakyat, ketertiban kota, dan dinamika sosial masyarakat setempat.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Kemiskinan Ekstrem di Manggarai Timur: Wanita Ini Lumpuh dan Tinggal di Kandang Selama 10 Tahun, Kini Butuh Bantuan Kita
Klarifikasi Emiliana Helni Lewat Kuasa Hukum, Bantah Tuduhan Bunga Tinggi, Berikut Penjelasannya
AWSTAR Bantah Keras Isu Penganiayaan Driver Grab di Labuan Bajo, Sebut Hanya Salah Paham Zonasi
Soal Suruh Jual Diri dan Jual Anak untuk Bayar Utang, Begini Jawaban ASN di Labuan Bajo yang Diduga Pemilik Voice Note Viral
Heboh Oknum Guru Diduga Caci Maki di Medsos, Warga Surati Bupati Manggarai Hery Nabit
BREAKING NEWS: Guru SD di Ruteng Berinisial EH Diperiksa Polres Manggarai Barat Terkait Kasus Ini
VIRAL! Diduga Guru PNS di Ruteng Tulis Komentar Pedas Saat Keluarga Berduka, Netizen: Tak Punya Empati!
Kuota 1.000 Wisatawan TN Komodo Belum Dicabut, APMB Siap Gelar Demo Jilid 2: Puluhan Ribu Massa Siap Lumpuhkan Labuan Bajo

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 10:17 WITA

Kemiskinan Ekstrem di Manggarai Timur: Wanita Ini Lumpuh dan Tinggal di Kandang Selama 10 Tahun, Kini Butuh Bantuan Kita

Jumat, 24 April 2026 - 11:33 WITA

Klarifikasi Emiliana Helni Lewat Kuasa Hukum, Bantah Tuduhan Bunga Tinggi, Berikut Penjelasannya

Rabu, 22 April 2026 - 20:13 WITA

AWSTAR Bantah Keras Isu Penganiayaan Driver Grab di Labuan Bajo, Sebut Hanya Salah Paham Zonasi

Rabu, 22 April 2026 - 00:24 WITA

Soal Suruh Jual Diri dan Jual Anak untuk Bayar Utang, Begini Jawaban ASN di Labuan Bajo yang Diduga Pemilik Voice Note Viral

Selasa, 21 April 2026 - 10:34 WITA

Heboh Oknum Guru Diduga Caci Maki di Medsos, Warga Surati Bupati Manggarai Hery Nabit

Berita Terbaru

Ketryn Peto Menikah di Ruteng, Ruben Onsu Dampingi Betrand Peto

ARTIKEL

Ketryn Peto Menikah di Ruteng, Ruben Onsu Dampingi Betrand Peto

Selasa, 28 Apr 2026 - 19:34 WITA