Sejumlah warga menyebutkan, pembongkaran pipa lama telah dilakukan, lalu dilanjutkan dengan pemasangan jaringan baru. Namun, sambungan pada aliran induk tidak pernah diselesaikan. Akibatnya, distribusi air bersih terhenti total. Kondisi ini telah berlangsung cukup lama tanpa kejelasan dari pihak pelaksana.
Situasi tersebut berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari warga. Air bersih yang merupakan kebutuhan dasar kini menjadi barang langka. Sebagian warga terpaksa mencari sumber air alternatif dengan jarak yang lebih jauh, sementara lainnya harus menghemat penggunaan air secara ketat.
Ketiadaan penjelasan maupun tindak lanjut dari pihak penyelenggara proyek memunculkan dugaan kelalaian dalam pelaksanaan proyek. Selain itu, muncul pula kekhawatiran adanya pelanggaran dalam proses pekerjaan yang tidak dituntaskan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga menilai, proyek infrastruktur yang menyangkut kebutuhan vital masyarakat seharusnya dilaksanakan secara menyeluruh dan bertanggung jawab. “Tidak cukup hanya membangun fisik, tetapi juga memastikan fungsi berjalan. Jika tidak, ini bisa dikategorikan sebagai bentuk maladministrasi,” ujarnya.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak peyelenggara proyek maupun otoritas PL terkait mandeknya proyek tersebut. Hingga berita ini dimuat, Info Labuan Bajo masih melakukan upaya konfirmasi ke sejumlah pihak terkait.
Warga berharap perusahaan segera turun ke lokasi untuk menyelesaikan pekerjaan dan memulihkan aliran air bersih. Jika tidak ada respons dalam waktu dekat, masyarakat berencana melaporkan persoalan ini kepada pemerintah daerah serta lembaga pengawas pelayanan publik guna mendapatkan kejelasan dan pertanggungjawaban.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2






