Kasus ini kini telah dilaporkan ke Polres Manggarai Barat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian, pihak Awstar, maupun otoritas Bandara Komodo terkait peristiwa tersebut.
Para pengemudi ojek online berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah tegas untuk menata sistem transportasi di kawasan tersebut agar tidak memicu konflik serupa.
“Kami berharap pemerintah harus peka dan segera mengatasi persoalan ini,” ujar salah satu pengemudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka juga meminta agar terduga pelaku segera diproses sesuai hukum yang berlaku.
Sementara itu, pihak ojek online mengklaim sebelumnya telah ada kesepakatan lisan terkait zonasi pengambilan penumpang. Mereka mengaku telah mematuhi aturan tersebut, namun menilai pihak lain diduga melanggar kesepakatan.
Peristiwa ini kembali menyoroti konflik klasik di destinasi wisata Labuan Bajo, yakni tarik-menarik kepentingan antara transportasi konvensional dan transportasi berbasis aplikasi, khususnya di titik-titik strategis seperti bandara.
Insiden yang terjadi di hadapan wisatawan itu juga dikhawatirkan dapat mencoreng citra pariwisata Labuan Bajo serta menimbulkan ketidaknyamanan bagi turis yang berkunjung.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







