Ketika Remi menanyakan tuduhan yang dimaksud, Emiliana kembali menjawab dengan nada sinis.
“Kasihan kau sibuk dengan kasus orang. Memangnya i can itu fake akunmu?”
Remi sempat mempertanyakan etika komunikasi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Etiskah jawaban seorang aparatur sekaligus pendidik begini. Maaf kaka ibu,” tulisnya.
Namun Emiliana kembali merespons dengan pernyataan yang dianggap merendahkan profesi wartawan.
“Wow justru karena saya orang cerdas makanya otak saya tidak level dengan kau.”
“Ibu kok merendahkan saya sih. Saya WA ibu sebagai salah satu tanggung jawab saya untuk meluruskan sebuah informasi,” jawab Remi.
Percakapan terus berlanjut hingga Emiliana menegaskan sikapnya.
“Kau tidak penting untuk saya. Sangat tidak penting.”
Ia juga menambahkan:
“Mau adu otak dengan seorang guru? Wow kasihan kau.”
Remi kemudian mencoba menegaskan kembali maksud awalnya.
“Saya hanya tanya soal itu. Tapi kakaknya melebar,” ujarnya.
Namun Emiliana kembali melontarkan pernyataan lain.
“Ajari kebenaran untuk dirimu. Bukan sasaranmu. Lucu kau. Kasusmu di Bajo sudah beres?”
Menanggapi hal itu, Remi membantah dan kembali fokus pada tujuan awal konfirmasi.
“Saya tahu kakak seorang guru. Justru itu saya minta penjelasan soal postingan yang viral itu,” tulisnya.
Di akhir percakapan, Emiliana kembali menyinggung motif pemberitaan.
“Kau yang chat saya, kau yang kasi beritakan itu chat untuk naik rating? Cari uang yang layak,” tulisnya.
Remi pun menutup percakapan dengan pernyataan:
“Apagunanya saya WA ite kalau bukan untuk diberitakan. Saya rasa saya tidak punya niat buruk menghubungi kaka Ibu.”
Pesan terakhir tersebut tidak lagi mendapat balasan dari Emiliana hingga berita ini diturunkan.
Atas kejadian tersebut, pihak wartawan mengaku merasa dirugikan dan berencana menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan penghinaan tersebut ke pihak kepolisian, dengan harapan adanya efek jera.
Dalam laporan yang diajukan, korban turut menyertakan sejumlah bukti percakapan WhatsApp yang diduga berisi unsur penghinaan. Pihak kepolisian Polres Manggarai Barat telah menerima laporan tersebut pada Sabtu 18 April sore dan akan melakukan proses penyelidikan lebih lanjut.
“Saya berharap pihak kepolisian segera memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan, agar persoalan ini bisa terang dan jelas. Ini bukan hanya soal pribadi, tetapi juga menyangkut kehormatan profesi wartawan. Saya percaya Polres Manggarai Barat akan menangani laporan ini secara profesional dan memberikan kepastian hukum,” tegas Remi Nahal.
Kasus ini pun menjadi perhatian publik, khususnya di kalangan jurnalis dan masyarakat Manggarai Raya, mengingat pentingnya penghormatan terhadap profesi serta etika dalam berkomunikasi, baik secara langsung maupun melalui media digital.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







