INFOLABUANBAJO.ID – Suasana duka yang dalam menyelimuti Desa Ngkaer, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (14/9/2025). Kedatangan jenazah Irnakulata Murni (23) di kampung halamannya disambut tangis pilu yang tak terbendung. Isak tangis keluarga pecah begitu peti jenazah gadis muda itu diturunkan dan diletakkan di rumah duka.
Kerabat, sahabat, dan warga desa larut dalam histeria, menggambarkan betapa besar kehilangan yang mereka rasakan. Beberapa anggota keluarga terlihat berulang kali memeluk peti jenazah, seolah tak rela melepas kepergian Irnakulata yang berpulang di usia begitu muda. “Anak baik, rajin, dan penuh harapan masa depan… kenapa harus pergi secepat ini?” ratap salah satu anggota keluarga sambil terisak di sisi peti.
Irnakulata ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di Ciracas, Jakarta Timur, pada Jumat malam (12/9/2025). Hasil pemeriksaan sementara mengarahkan dugaan bahwa korban menjadi korban penganiayaan oleh pacarnya sendiri. Kabar tragis ini dengan cepat menyebar dan menyelimuti keluarga di kampung halamannya dengan kesedihan mendalam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak pagi, ratusan warga telah berbondong-bondong datang ke rumah duka, untuk memberikan dukungan dan belasungkawa. Suara ratapan dan doa silih berganti terdengar, menciptakan suasana haru yang menusuk hati. Kini, keluarga hanya bisa pasrah, menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak berwenang, dengan harapan pelaku segera mendapat hukuman setimpal.
Cemburu Berujung Maut di Ciracas
Sebelumnya, warga Ciracas, Jakarta Timur, dikejutkan oleh aksi keji seorang remaja bernama Fakhri Ferryansyah (16), yang tega mencekik pacarnya sendiri hingga tewas. Irnakulata Murni (23), perantau asal Manggarai, NTT, ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya pada Jumat malam (12/9/2025).
Korban pertama kali ditemukan rekannya sekitar pukul 22.00 WIB dalam kondisi kaku. Pemeriksaan polisi mengungkap adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, mulai dari cekikan di leher, lebam di wajah, hingga luka di tangan.
Kapolsek Ciracas Kompol Rohmad mengungkapkan bahwa pelaku, yang masih di bawah umur, telah mengakui perbuatannya. “Pelaku mencekik korban hingga meninggal dunia karena cemburu,” jelas Kapolsek, Sabtu (13/9/2025).
Menurut keterangan polisi, kronologi pembunuhan ini bermula saat pelaku mendatangi indekos sang kekasih pada Kamis (11/9/2025) malam. Pelaku meluapkan emosinya karena cemburu terhadap korban yang berjalan dengan laki-laki lain. “Terjadilah cekcok antara korban dan pelaku. Pelaku merasa cemburu terhadap korban yang jalan dengan laki-laki lain,” ucap Rohmad, dikutip dari Kompas.com, Senin (15/9/2025).
Halaman : 1 2 Selanjutnya







